12 Februari, 2008

Modeling Clay Buatan Sendiri


Beberapa resep di bawah adalah untuk membuat modeling clay yang akan menjadi keras pada saat kering. Sama seperti membuat barang dari paperclay. Seperti paperclay, barang hasil homemade modeling clay ini tidak bisa tahan air. Apabila diberi vernis / glaze pada saat telah kering benar, dia akan tahan apabila terkena cipratan air atau dilap serbet yang agak basah . Asalkan jangan direndam di dalam air(seperti misalnya masuk ke dalam mesin cuci). Tentu saja sifatnya tidak sebaik polymer clay (dijual dengan merk antara lain Sculpey, Cernit, dll). Tetapi polymer clay yang semuanya import itu harganya lumayan mahal untuk kantong kita, jadi sebagai pengganti bolehlah dicoba modeling clay bikinan sendiri ini. Cocok untuk kegiatan pengisi liburan anak-anak, karena setelah kering dan dengan sedikit tambahan kreativitas barang-barang yg dihasilkan bisa menjadi aksesoris yang mungil dan unik.

Clay dari Roti Tawar

113g roti tawar (tanpa kulit)
3 sendok makan (sdm) lem putih PVAC (lem Fox)
1 sdm cat akrilik putih
1 sendok the gliserin
3 tetes air jeruk nipis

Ambil 4 iris roti putih dgn tebal medium. Lebih baik memakai roti yg sudah berumur kira-kira 2 hari, bila roti masih segar dan lunak, angin-anginkan di luar bungkusnya selama kira-kira 1 jam hingga roti menjadi agak keras (tapi jangan kering sekali). Buang semua kulitnya dan robek-robek menjadi potongan tipis. Letakkan di dalam mangkok yang terbuat dari metal atau plastik untuk mencampur (jangan pakai wadah dari kayu krn adonan akan mudah melekat dan cat akrilik di dalam adonan akan mewarnai kayunya).

Masukkan bahan-bahan lain. Untuk bahan berbentuk cairan, jangan memasukkan terlalu banyak sekaligus, lebih baik kurang daripada berlebihan.

Campur semuanya memakai sendok metal atau plastik. Bila adonan mulai kalis dan perlahan-lahan terlepas dari sisi mangkok, ambil adonan dan mulai uleni dengan kedua tangan. Segera rendam mangkok tadi di dalam air untuk membersihkan cat akrilik yang melekat. Uleni adonan hingga menjadi lebih kering dan kalis sehingga tidak lagi melekat di tangan.

Adakalanya roti mengandung air lebih banyak sehingga menghasilkan adonan clay yang lebih lengket. Jangan takut menambahkan roti tawar sedikit demi sedikit hingga mendapatkan adonan yang kalis dan dapat dibentuk.

Simpan adonan dalam kantong plastik yang tertutup rapat. Tekan keluar semua udara dari dalam kantong sebelum mengikatnya dgn karet. Letakkan kantong berisi clay di dalam kotak plastik, simpan di dalam lemari es bila tidak langsung digunakan. Ketika mau membentuk clay, keluarkan adonan secukupnya saja dari dalam kotak untuk menghindari seluruh clay mongering karena terkena udara. Bila clay menjadi keras sebelum selesai dibentuk, tambahkan beberapa tetes air sedikit demi sedikit sambil terus diuleni. Adonan clay yang baru dikeluarkan dari lemari es akan terasa agak keras dan sulit untuk dibentuk, tapi setelah diuleni selama beberapa menit clay akan kembali lunak, siap untuk dipakai.

Cat yang dicampur ke dalam adonan berguna sebagai pengawet anti jamur selain untuk pewarnaan.

Clay dari Tepung

Gunakan satu jenis takaran untuk pengukuran setiap bahan di bawah ini, misalnya 1 sendok makan atau ¼ cup, dst.
Campur tepung terigu, tepung tapioca atau kanji dan tepung beras dalam perbandingan 1:1:1
Lem putih (PVAC) / lem Fox kira-kira satu takaran
Bubuk pengawet makanan kira-kira ¾ takaran . Contoh pengawet makanan : natrium benzoat, calcium propionate. Beli di toko bahan-bahan kue)

Campur semua bahan dalam wadah plastik atau metal dengan tangan. Uleni hingga adonan kalis. Bila terlalu kering (adonan tidak bisa tercampur rata), tambahkan sedikit lem putih. Bila adonan terlalu lengket (terlalu banyak yang menempel di tangan), tambahkan setiap jenis tepung sedikit demi sedikit.
Simpan adonan clay yg sudah diuleni sama seperti cara menyimpan adonan dari roti di atas.
Tidak perlu memberi cat putih pada clay tepung karena sudah pakai pengawet makanan. Tapi bila ingin mendapatkan hasil akhir berwarna putih , berikan cat putih (adonan yang masih basah memang tampak berwarna putih, tapi bila sudah kering jadi kusam agak transparan).. Untuk pewarnaan, ikuti tips di bawah. Menurut pengalaman, pada clay tepung warna yang dihasilkan setelah kering akan sedikit lebih tua dari warna saat clay masih basah..

Clay dari Adonan Garam

200g garam halus (garam meja) atau 1 cangkir garam halus
200g tepung terigu atau 2 cangkir tepung terigu
125ml air atau ½ cangkir air

Campur garam dan tepung di dalam mangkok besar lalu tambahkan air. Uleni adonan hingga menjadi halus, tercampur rata dan elastik. Membiarkan adonan beberapa menit akan membuatnya lebih enak untuk dibentuk. Adonan yang sudah jadi dapat bertahan hingga 1 minggu bila disimpan di dalam kantong palstik yang tertutup rapat dan disimpan di suhu ruang yang dingin. Jangan simpan adonan di dalam lemari es. Apabila adonan agak keras, uleni dengan tangan yang sedikit basah. Bila adonan menjadi terlalu lunak dan lengket, tambahkan sedikit tepung ke dalamnya.

Orang biasa membakar adonan jenis ini di dalam oven untuk mendapatkan efek seperti roti bakar (bukan untuk dimakan karena tidak enak rasanya). Apabila ingin dibakar, jangan berikan warna pada clay karena proses pembakaran akan membuat warnanya berubah.

Peralatan

Kawat florist atau kawat halus untuk prakarya
Selotip untuk florist
Peralatan Modelling clay atau alat-alat di dalam set untuk manikur
Gunting kecil (model yang bisa dilipat atau ujungnya agak melengkung. Beli di toko perlengkapan menjahit)
Sedotan plastik dalam berbagai ukuran. Potong setengah bagian ujung sedotan. Buang setengah bagian atas. Gunakan setengah bagian bawah yang tersisa untuk membuat senyum pada pajangan / boneka clay.
Tusuk gigi / tusuk sate
Permukaan parutan keju, saringan dari kawat, dll bisa digunakan untuk mencetak permukaan clay. Cetakan kue kering juga bisa dipakai.untuk bentuk
Pinset.
Penggilas kue atau pipa pvc untuk menggilas adonan menjadi lembaran yang rata

Tips

Tutup seluruh permukaan kawat yang bersentuhan dengan clay memakan selotip untuk florist (bila membuat bunga dari clay) agar kawat tidak karatan
Clay cukup dikeringkan sambil diangin-anginkan. Jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung, karena warnanya akan memudar.
Gunakan lem putih PVAC (lem Fox). Gunakan lem di dalam botol dengan ujung runcing untuk merekatkan bagian-bagian yang kecil. Lem putih untuk adonan lebih murah dibeli dalam kemasan kantong plastik di toko bahan bangunan daripada di dalam kemasan pot plastik di toko buku.
Jangan biarkan clay mengering dalam keadaan terbalik karena permukaan yang menyentuh meja akan menjadi rata mengikuti bentuk permukaan meja atau tempatnya dikeringkan.
Busa gabus berguna sebagai tempat menusukkan kawat yang sudah diberikan bunga pada saat mengeringkan. Dengan demikian bentuk bunga tidak berubah.
Memakai handcream/body lotion pada tangan sebelum mengolah clay membuat clay tidak terlalu melekat pada tangan.

Mewarnai Clay

Gunakan cat air, tempera atau cat poster. Pertama-tama ambil adonan yang akan diwarnai, bentuk merata lalu berikan sedikit cat di tengah-tengah adonan. Gunakan tusuk gigi untuk mengambil cat poster (atau cat lain berbentuk cair) dari botolnya. Uleni adonan hingga cat tercampur rata. Tambahkan cat putih atau tambahkan sedikit adonan dasar apabila warna terlalu tua.
Pewarnaan bisa juga dilakukan setelah clay kering. Cat akrilik, cat air, tempera dan cat poster lebih disukai karena mengering lebih cepat, walaupun cat minyak tidak dilarang. Cat kuku / kutex juga bisa dipakai (asal jangan yang mahal)

Vernis

Gunakan vernish untuk cat akrilik, cat semprot (Pilox) bening / transparant atau cat kuku warna bening (biasanya untuk cat dasar). Pengecatan dilakukan pada pajangan yang sudah betul-betul kering dan akan menghasilkan kesan kilap seperti porselen.
Campuran air dan lem putih PVAC dengan perbandingan 1:1 juga bisa dipakai untuk vernis. Cat pajangan yang sudah kering dengan campuran ini 3 kali, tunggu hingga kering dulu sebelum mengulang pengecatan.
Vernis melindungi dari retak, khususnya pajangan berukuran besar dan memberi tambahan perlindungan dari jamur dan air.. Sapukan cairan vernis ke seluruh permukaan termasuk bagian bawah untuk mencegah meresapnya cairan.
Cat semprot (Pilox) tidak dianjurkan untuk pajangan berukuran kecil karena tidak bisa dikontrol. Pada pemberian vernis yang berlebihan dan tidak rata, saat kering akan timbul gelembung udara pada permukaan yang di vernis. Gunakan vernis dengan kuas.

Jadi deh. Di atas kertas kayaknya rumit banget, tapi kalau dipraktekkan mudah sekali. Lagipula kalau pun bikin kesalahan, tinggal buat lagi dari awal karena harga bahan-bahannya yang tidak mahal. Sekali lagi, barang-barang dari homemade clay ini tidak tahan air. Jadi jangan direndam, jangan nggak sengaja ikut tercuci bersama pakaian kotor. Kalau mau dibersihkan, cukup diserbet pakai kain lembut dan kering sekali-kali.

29 komentar:

claygeek mengatakan...

aihh, sapinya lucu banget, ada komplit beserta perahannya, gemesin d

Sita mengatakan...

Terimakasih...aku juga suka bikin mereka

reey@ mengatakan...

sita, aku sedang coba buat clay tepung cuma cepet keras dan retak, napa ya???
bahan yang paling bagus tuh apa ya?yang gampang dibentuk dan ga cepet retak, thx ya

Sita mengatakan...

halo reey (aku sdh coba pm ga bisa,kenapa ya?)

Pertama aku pake resep tepung terigu, tapioka/kanji & tepung beras dlm
perbandingan yg sama, lem Fox dan pengawet makanan dlm bentuk bubuk.

Pengalamanku clay tepung cepet keras & retak ada bbrp kemungkinan:
1. Mungkin jumlah lem kurang, ini bikin adonan belum apa-apa jadi
keras. Aku nambahin lem pake feeling, asal adonan jadi menyatu (kalis) & ga terlalu
lengket di tangan berarti sdh ok. Jangan lupa pake lem yg masih baru,
artinya jgn lem yg sdh lama disimpan & sdh menggumpal. Beli lem Fox
dlm kantong plastik lebih murah drpd dlm botol plastik. Kantong
plastik biasanya di toko bahan bangunan, botol plastik di toko ATK
atau Gramedia.
2. Setelah jadi, simpan adonan di tempat yg kedap udara, bagusnya di
tupperware (krn merk ini kedap udara) atau di dalam kantong plastik
dulu baru disimpan di kotak plastik tertutup (spt bikin bom ya!).
Selama membuat bentuk2, tutup kotaknya jangan kelamaan dibuka krn clay
lain yg kena udara terbuka lama kelamaan mulai jd kering. Ambil clay
seperlunya saja utk dibentuk, sisanya disimpan baik2.
3. Kalau clay menjadi sedikit keras atau kering, biasanya di bagian
pinggiran adonan agak kering krn sdh terlalu lama disimpan atau
penyimpanannya kurang kedap udara, pengalamanku pake body lotion bisa
membantu clay jadi lebih lunak dan gampang dibentuk2 lagi. Caranya
buang bagian pinggiran yg berbutir2 kering, lalu adonan diuleni lagi
dgn tambahan body lotion (ga peduli merk apa, paling murah aja)
sedikit demi sedikit sampai terasa lunak, adonannya menyatu lagi (ga
ada yg terpecah2, ga ada lagi butiran2 keras) dan jadi gampang
dibentuk2 lagi.

Mudah2an bisa membantu, kabari lagi gimana hasilnya ya!
Terimakasih emailnya,

Sita

reey@ mengatakan...

kemren aku baru coba yang pake garam n terigu, tapi tadi pagi blum kering.....hehe ok dh ntar aku coba lagi adonan tepungnya
ok, thx info body lotionnya.......

Anonim mengatakan...

Hai...aku udah coba bikin.Pas masih basah,warnanya bagus.setelah kering koq jadi belel? hehe...ada serbuk2 putih.tepungnya pada keluar kenapa ya?aku pake pengawet makanan serbuk.apa pengaruh dari situ ya?terus kalo udah jadi emang mesti di cat ulang lagi ya?

Sita mengatakan...

pengawet mknan ga pengaruh, aku jg pake yg serbuk. Asal semua bahan kering (tepung & bubuk pengawet) butirannya halus. Ada baiknya disaring dulu tepung & pengawetnya. Atau mungkin kasih catnya kurang, ditambah sedikit. Dan catnya masih bagus ga? Takutnya catnya juga sdh agak kering :) Terus adonan yg diberi cat yg kurang rata itu diulenin lagi deh, lihat apa dgn begitu catnya berubah. Kalau setelah diuleni lagi catnya berubah, artinya waktu menguleni adonan utk mencampur warna belum cukup lama, cat dan adonan belum tercampur rata. Mudah-mudahan membantu. Memang kadang2 aku cat ulang lagi, krn dgn clay tepung warna waktu kering jadi lebih tua drpd waktu basah (jadi agak susah utk dapat warna yg tepat sekali dgn keinginan kita)

Sita mengatakan...

oh ya, tambahan. Kalau pake cat air, aku ga pake cat air merk Guitar. Merk ini banyak yg palsu, mutunya jelek.

Anonim mengatakan...

Ok,deh..nanti aku coba lagi.iya kali ya cat nya kurang.iiih...aku ngiri deh liat clay nya.waktu pertama kali bikin,sempet ancur dulu gak?hehe...oya bole minta no telp nya gak?pliiiisss...kirim ke email ku ya handayani_1601@yahoo.com Makasih yaaaaaa.... ;)

nje mengatakan...

hi, sita. seneng deh liat karya2 kreatif :-)
mo tanya neh, kl vernis-nya bs pk vernis kayu? thanks ya...

Sita mengatakan...

nje,
Maaf aku ga bisa jawab pertanyaannya krn aku belum pernah coba pake vernis kayu :> Coba aja pada satu benda kecil dr clay yg sudah kering, kalau boleh kasih tahu ya gimana hasilnya.
Makasih lho

Anonim mengatakan...

mau tanya dong :D
bedanya clay yg dr tepung, roti, sm garem ap? bagusan yg mana?
o y, klo ngebentk clay sama g sih kyk kita ngebntuk sesuatu dr lilin mainan? makasih ya sita

Anonim mengatakan...

o iy, klo udh ad balesanny blg aku ya ini email ku
hbaleyaoming@yahoo.co.id

Sita mengatakan...

Anonim,

aku sudah jawab langsung ke alamat emailnya.

Tks

Anonim mengatakan...

hi sita..aq jg mau tau donk jwban ata pertanyaannya si anonim (beda clay tepung,roti, garem?) klo repot ketik lg,forwad-in aja ke email q ya.. chantique_86@hotmail.com
thq..:)

Anonim mengatakan...

sita bagus d claynya ^_^
aku da coba bikin clay tapi kok retak ya? aku liat clay yang dijua;2 kok keras ya? mereka pake vernish apa? kalo boleh tau apa ya? terus merek apa? hehe.. maklum lagi belajar bikin
ditunggu ya sita jawabannya via email ke yuniwati@live.com

Anonim mengatakan...

kalo claynya pake cat minyak bisa gak?? cat posternya udh ngegumpel nii. trus kalo mau dapet warna krem apa cmpr apa y???..... tlng bls ke... galuh.yustisia@ymail.com

jagovic mengatakan...

terima kasih bu... informasinya sangat berguna sekali bagi saya... saya akan mencobanya segera.. doakan saya berhasil ya... sekali lagi terima kasih atas pencerahannya...

Anonim mengatakan...

permisi... mau nanya nih
kan saya udh buat clay a...
tinggal di bakar nih tapi gak tau hrs brp lma di bakarnya dan pada suhu brp...
kalau tau jawabannya tolong di kirim ke email ohayou_minnasan@yahoo.com

butuh cepat jawaban krn utk kado nih hasil clay a....
makasih^^

Anonim mengatakan...

Who knows where to download XRumer 5.0 Palladium?
Help, please. All recommend this program to effectively advertise on the Internet, this is the best program!

Anonim mengatakan...

Hy sita,,, klo cm ngejlasn cra mmbwt,, rsax msh slit dimngrti... cb sita jlsin sm gmbr dan cra bwtx...

Anonim mengatakan...

Sis,
Aku udah sering coba buat clay..
Ngikutin resep2 di atas..
Tpi koq pada lengket d tangan yah?
Trus pake minyak gak sih buat alusin?
Soalnya liat caly laen2,kayaknya aluss banget..
mohon pencerahanny..Thx

Firdataz_q mengatakan...

Waa~ makasih banyak yg mbak infonya. Tapi aq maw nanya d antara macem2 Clay tu yg bagus dari bahan apa?
Trus cat yg bagus pake pa?
Trims..^^

[ gRaciE ] mengatakan...

bagus banget mbak.. pengen coba bikin ah.. :)

dyrami mengatakan...

bs dicoba deh,,,,,

Anonim mengatakan...

maaf sebelumnya, aku mau nanya nih. kan aku liat banyak yang komentar tentang bahan apa yang paling bagus, cat yang paling bagus.. Tapi mereka minta ngirim jawabannya via e-mail. Kami yang gak tahu jawabnnya jadi bingung, deh. eheheehehe.. bisa gak, jawabannya dipost-in di sini aja. makasih sebelumnya. BLOG ANDA SANGAT MEMBANTUUUUU!! :):):)

Sita mengatakan...

Bahan paling bagus adalah mengikuti ukuran, tepung yg kering tidak lembab, kalau perlu disaring dulu. Merk lem, cat akrilik dan jenis pengawet sdh saya tulis. Kalau tidak ada di posting yg ini, coba baca di posting lain dgn label Clay Tepung atau Modeling Clay Buatan Sendiri. Rasanya semua sudah saya tulis, ga ada rahasia :)
Saya juga sudah tulis bahwa dari sekian banyak clay buatan sendiri di atas, saya pribadi baru pernah mencoba clay dari roti dan clay tepung.
Jawaban yg saya berikan berdasarkan pengalaman saya sendiri, jadi maaf kalau dirasa tidak memuaskan. Saya selama ini belajar sendiri, dari pengalaman, dari buku (yg judulnya sudah juga saya tulis di posting lain). Saya tidak pernah ambil kursus (suatu saat, pasti...saya nabung dulu he he).

Imaniar Ramadhani. mengatakan...

Halo sita!

menarik sekali ya, dan detail banget penjelasannya.. aku mau coba deh..
mkasih banyak ya sharingnya :)

Anonim mengatakan...

mba' sorri saya masi newbie nih,

kalo clay yang dari terigu itu awet sampe berapa hari ya???

trus kalo pake formalin atau borax itu bagus nga ya????

klo bisa
kirim jawaban-nya ke email saya ya
dickizulfikar.04@gmail.com