06 Juni, 2008

Buku Tentang Clay Tepung

Lupa... Setelah sekian bulan punya blog yang kebanyakan ngomong tentang clay tepung, aku malah belum pernah masukkin dua buku yang mengajari aku pertama kali tentang clay tepung.
Buku pertama yang aku punya adalah buku karya ibu Monica Harijati Hariboentoro ini,



aku beli setahun yang lalu (bulan Mei 2007) di Gramedia dekat rumah. Thanks to her (book) aku jadi bisa bermain lagi dengan clay yang bisa keras kalau kering dan bisa dipajang agak lama Bow Down
Dulu waktu masih kecil juga sudah pernah hobby main-main dengan clay dari roti putih. Dulu itu ceritanya mamaku belajar di tempat arisannya tentang membuat pajangan dari roti putih yang (kalau gak salah...maklum jadul banget) dicampur krim rambut (dulu merknya Brylcream, yang biasa dipake oom-oom dengan rambut berjambul dan mengkilat Goofy ), cat minyak dan pengawet makanan (borax).
Makanya waktu aku lihat buku pajangan lucu dari tepung kue ini aku tertarik dan beli, ceritanya teringat masa lalu.

Buku kedua karangan Indira ini.


Bukunya lebih tipis dari buku pertama, nggak berat di kantong jadi nggak terlalu mikir banyak untuk beli atau nggak beli. Bentuk orang-orang di buku punya Indira ini buat aku pribadi lebih lucu, warna-warnanya pastel, lucu-lucu. Ibu Monica jago banget membuat miniatur makanan dan miniatur lain yang bentuknya mirip seperti barang-barang aslinya. Aku sendiri rasanya nggak bisa deh bikin miniatur yang mirip dengan aslinya. Lebih suka dan lebih bisa bikin orang-orangan yang sederhana, binatang (seperti anjing) dan yang bisa dipakai seperti kalung, bros dll.
Tapi ngomong-ngomong soal buku karangan Indira... I must say I think she (or he?) is a little bit mysterious. Di bukunya sama sekali tidak ada fotonya. Namanya juga hanya Indira, nggak ada embel-embel lain. Selain nama yang singkat itu, data lain tentang si penulis hanya alamat e-mailnya di yahoo.com.

Selain kedua buku (ditambah buku import yang aku dapat dari tukang buku loak yang sudah pernah aku ceritakan sebelumnya di blog) aku nggak atau belum pernah beli buku lain tentang clay. Maunya sih beli buku import dari Jepang tentang clay... Harganya tus-tus (meletus!). Cuma bisa dipegang-pegang, dibaca halaman dalamnya beberapa lama (nggak bisa lama karena SPGnya berdiri dekat-dekat aku, he he he) terus dikembalikan lagi ke atas rak pajangnya di Gramedia. Lalu pergi menjauh sambil tarik napas..., 'bye bye pricey imported book from Japan that I can't afford...hiks! Remember my sad face when you have been bought by some lucky person other than me...'Bye Bye