19 Maret, 2009

Kain Felt


Sudah lama mau beli kain felt karena ingin mencoba bikin sesuatu. Beberapa bulan berlalu, tapi Sita tetap belum juga bergerak. Maunya sekalian beli yang banyak di Mangga Dua. Ga mau beli hanya seukuran sekian senti kali sekian seperti yang biasa ditawarkan di toko-toko yang menjual keperluan menjahit. Tapi untuk pergi jauh-jauh ke Mangga Dua hanya untuk beli felt, apalagi belum lama ini Jakarta lagi musim hujan, terus sekarang panas gak karuan! Wah, males deh! Nah, suatu malam, beberapa hari yang lalu...aku tiba-tiba ingin ngecek isi beberapa kotak kardus yang sudah lama disimpan di lantai atas rumah. Sambil merangkak-rangkai di kolong meja (kepala sempat kejedug meja, belum lagi ditambah kena debu yang lumayan tebal karena jarang sekali kena sapu dan lap) di kolong meja tempatnya kotak-kotak kardus itu disimpan, akhirnya malah berhasil menemukan harta karun ini. Satu kotak besar berisi beberapa meter (dan meter dan meter, pokoknya banyak deh!) kain felt warna-warni... Horee!! Tinggal beli tambahan beberapa warna yang belum ada. Beneran lho aku lupa masih punya kain felt sebanyak itu! Untung keinginan belanja ke Mangga Dua ditunda-tunda. Padahal aku punya kebiasaan jelek ga bisa menahan diri kalau sudah belanja bahan-bahan untuk kerajinan (sebetulnya; ga bisa menahan diri untuk belanja apa pun kalau lagi ada uangnya, he he he). Baru ingat, dulu pernah membuat bingkai karton yang dilapis dan dihias kain felt untuk dijual. Ternyata ada sisa kain felt masih banyak begini di rumah. Senangnya Beating O ya, kain untuk bahan kerajinan yang seperti di gambar itu namanya felt, bukan flanel seperti yang seringkali disalahartikan di sini. Kalau flanel itu kain yang biasa dipakai untuk dibuat selimut bayi. Flanel biasanya bermotif, tekstur 'bulu'nya atau seratnya lebih halus daripada felt.
Nah, sekarang, tinggal memulai bikin 'sesuatu' itu dengan felt. Untuk menunggu mood yang satu ini datang, mungkin dibutuhkan waktu beberapa bulan lagi nih... Hammock 1