02 Oktober, 2011

Kenalan Dengan Hardia dari Diaclay

Posting ini sudah lama terlambat, tapi seperti kata pepatah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, sekarang akhirnya saya ingin bercerita sedikit tentang Diaclay. Suatu hari seseorang meninggalkan jejaknya di kotak Shout Mix.  Seseorang yang sama-sama pencinta clay.  Penasaran, aku klik linknya dan ternyata "beliau" punya blog juga yang khusus bercerita seputar kreasinya memakai polymer clay.  Sang pemilik blog punya nama Hardia, biasa dipanggil Diah atau Dia (seperti yang dia ceritakan selanjutnya).  Blog Diaclay memang belum lama "buka warung", tepatnya baru buka sejak bulan Agustus tahun ini.  Diah ternyata adalah seorang ibu rumah tangga dari Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat, tepatnya di kota Pooler, negara bagian Georgia.  Ah, terbayang kan senangnya bisa dengan mudah dan murah mendapatkan polymer clay beserta segala alat-alatnya.  Kalau sudah begitu yang diperlukan tinggal kreativitas.  Dan jelas, kreativitas juga dimiliki oleh Diah (boleh ya aku panggil begini?).  Coba cek saja hasil olahan kedua tangannya di dalam blog Diaclay.  Seperti dalam dua foto berikut ini, kreasinya berupa gelang (cantik sekali!) dan chibi charms.  Oh ya, sebelumnya terimakasih untuk Diah sudah membolehkan saya bertamu.




Coba baca halaman pertama blognya berjudul Mengenal Polymer Clay dan juga Jenis Polymer Clay Yang Mana.  Banyak informasi seputar polymer clay yang bisa kita baca dalam kedua posting tersebut.  Mudah-mudahan ke depannya Diah masih tetap bersedia memberikan pencerahan (haduh, bahasanya!) lebih lanjut tentang "makhluk" bernama polymer clay ini 

10 Agustus, 2011

Merk Polymer Clay

    Polymer clay merk apa yang saya pakai?  Untuk sekarang kebanyakan saya pakai merk Modello dari Lyra.  Polymer clay ini harganya Rp 15 ribu per kotak/warna ukuran 60 gram dan tersedia di toko buku Gramedia.  Sayangnya jaringan toko buku besar itu hanya menyediakan polymer clay merk ini saja.  Untuk merk lain seperti Fimo, Sculpey atau Kato Anda harus mencari di toko-toko yang khusus menjual peralatan clay atau membelinya lewat internet.  Semua barang import, jadi harganya boleh dibilang relatif tidak murah.

Polymer clay merk Modello produksi Lyra, Jerman.
        Merk Modello dari Lyra lumayan murah, tapi sayangnya kualitasnya kurang bagus (seperti kata orang, ada harga ada barang).  Pada saat mempersiapkan clay sebelum membentuk, dimana clay harus ditekan-tekan seperti layaknya kita membuat adonan roti, clay ini cenderung gampang terpisah dan menggumpal menjadi bagian yang kecil-kecil.  Karena sifatnya ini membuat barang yang halus dan tipis dari clay Modello hampir dapat dibilang tidak bisa.  Lalu, setelah dibentuk dan dibakar di oven dalam suhu 130 derajat Celsius selama maksimum 20 menit barang yang sudah jadi bersifat rapuh, mudah patah.  Waktu yang diperlukan untuk membakar tergantung dari ukuran benda yang kita buat dari clay ini.  Saya sendiri tidak pakai aturan baku, yang penting tidak boleh lebih lama dari 20 menit.  Membakarnya pakai oven yang menggunakan api, tidak bisa memakai mikrowave.  Saya tidak tahu bagaimana ceritanya kalau membakar dengan oven listrik, tidak pernah mencoba dan yang tertulis di kotak pembungkusnya adalah membakar dengan oven api biasa.



Baru-baru ini saya mencoba membakar figurine mini yang sudah selesai dibentuk di dalam panci khusus langsung di atas api (tidak pakai oven). Hanya dalam waktu kurang dari 5 menit semua figurine tersebut terbakar seperti di samping.
Gosong kehitaman dan beberapa hampir tidak berbentuk lagi.  Sedih, semuanya terpaksa dibuang dan harus mengulang dari awal.



Sekali lagi, figurine yang dihasilkan oleh merk tersebut bersifat rapuh, mudah patah.  Karena harga yang cukup terjangkau dan tersedia di jaringan toko buku besar seperti Gramedia, polymer clay merk ini bolehlah  dijadikan bahan untuk latihan atau bagi pemula.   Mungkin kalau sudah mau lebih serius lagi (dan ada modalnya, he he he) silakan mencoba merk lain yang jauh lebih terkenal seperti Fimo, Sculpey atau Kato dan lain-lain.  Harga jadi lebih mahal karena membeli secara online dari luar negeri harus ditambah biaya handling & shipment.

Nah, itu pengalaman polymer clay yang terbakar.  Sekarang, foto dari kreasi saya yang Alhamdulillah sukses. Kenalan dulu sama ikan pausku.  Foto di samping ikan paus biru sedang didandanin, dikasih mata supaya bisa melihat.  Jangan lupa semburan air di puncak kepalanya ...Smile for the camera!

O ya, sebelum lupa, mengucapkan selamat beribadah puasa Ramadhan bagi mereka yang menjalankannya. 
Tetap sehat! 

26 Juni, 2011

Mee-nee & Jello Flower


Memanfaatkan clay yang masih tersisa.  Mau bikin yang kecil supaya bisa cepat selesai (karena waktuku sekarang tidak sebebas dulu lagi )
Hasil awal. Biasalah, bunga-bunga beserta daun.  Yang di sebelah kiri ada beberapa ikan koi. Baru pertama kali mencoba bikin ikan koi dalam ukuran mini. Mudah-mudahan yang melihat bisa langsung mengenali bahwa itu ikan.  Di dalam foto ada yang masih polos, ada yang sudah diberi warna pakai cat akrilik.
                                    

Berusaha mewarnai koi dari clay semirip ikan koi betulan, tapi rasanya masih belum oke.  Seperti koi mutant yang satu ini, warnanya masih terlalu berantakan.  Setelah susah membentuk clay menjadi ikan seukuran ini, ditambah lagi "penderitaan" mewarnai clay mengikuti bentuk aslinya (maunya begitu).  Tapi, sekali lagi, ternyata "penderitaan" membuat miniatur membawa kepuasan sendiri.  Nah, akhirnya si ikan mejeng di atas jariku.  Setelah ini, aku masih keterusan membuat yang mini-mini di sela waktu luang.  Walaupun leher pegal-pegal dan mata rada jereng .

         
Berlatih terus supaya bisa membuat ikan koi berukuran kecil dari clay yang lebih
bagus   Ada rencana menggabungkan yang mini-mini ini dengan bahan lain supaya akhirnya bisa dipakai dan tidak cuma menjadi penghuni laci meja kerja.


   Bunga Jelly  


Foto Ersa Creativa di Flickr

Pertama kali melihat kreasi ini di blog dari Amerika aku ternganga.  Awalnya aku kira sedang melihat foto pemberat kertas yang terbuat dari gelas. Setelah membaca artikelnya baru ngeh kalau ternyata bunga-bunga cantik 3 dimensi yang tersimpan di dalam "gelas" bening itu semuanya terbuat dari gelatine atau jelly. Jelly? Yup, jelly, alias jello (sesuai nama salah satu merknya). Aku belum pernah melihatnya secara langsung, semuanya hanya dari internet.

Foto Bearexposed di Flickr

Bunga dibuat dengan mengiris gelatine dan kemudian menyuntikkan gelatine dalam warna kelopak bunga ke dalam irisan tersebut.  Menyuntikkan gelatine memakai alat suntik biasa.  Orang menyebut ketrampilan dari gelatine atau jelly ini Jello Flower, Gelatina Artistica atau Gelatina Encapsulada.  Kemungkinan besar berasal dari Amerika Selatan (Meksiko, Venezuela dan sekitarnya) karena kalau kita meng-Google hasilnya mayoritas berasal dari daerah sana.  Silakan mencari video cara pembuatannya di Youtube, ada beberapa yang cukup jelas kok.

Selamat mencoba, bye bye 

15 April, 2011

William & Kate's Royal Wedding

Gambar sampul buku Knit Your Own Royal Wedding karya Fiona Goble

Pangeran William dan Kate Middleton akan melangsungkan pernikahan mereka pada tanggal 29 April yang akan datang di Westminster Abbey, London.  Buat mereka yang jago bikin boneka rajut, coba lihat buku Knit Your Own Royal Wedding karya Fiona Goble.  Di buku ini diajarkan cara membuat boneka rajut Pangeran William, Kate Middleton dan beberapa anggota Kerajaan Inggris lain.  Terus terang, ini di luar kemampuanku (ampun deh kalau disuruh merajut! Angkat tangan dengan suka rela), tapi jelas melihat hasilnya menarik sekali ya?  Membuat boneka rajut (dalam ukuran kecil pastinya kan?) menyerupai tokoh-tokoh terkenal...(geleng-geleng kepala, ga kebayang gimana caranya. Hebat euy!).
Lihat contoh boneka yang diajarkan di dalam buku Knit Your Own Royal Wedding

Upacara Pernikahan.
Boneka rajut Kate juga memakai cincin bermata safir. 

Foto Pengumuman Pertunangan Pangeran William dan Kate Middleton.



...dan yang ini (favoritku) boneka rajut jenis anjing Corgi, ras anjing kesayangan Ratu Elizabeth II 

01 Januari, 2011

Jump Off to a New Year

Halo, apakabar?
Bagaimana hari pertama Anda di tahun 2011?  Memulai tahun yang baru, apakah yang Anda rasakan di dalam hati?  Selalu optimis atau dibayangi dengan sedikit (atau banyak) pesimisme?  Bagaimana pun, tidak ada orang yang dapat mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi di masa depan, hari demi hari serta bulan demi bulan. Memasuki tahun baru seperti seseorang yang melakukan lompat terjun ke dalam laut yang dalam.  Kau hanya dapat menarik napas panjang, berharap semua berjalan sesuai harapan, mengumpulkan seluruh keberanian dan akhirnya melakukan lompatan untuk terjun ke dalam lautan.   Apa pun yang akan terjadi di dalam lautan dalam dan gelap yang bernama 2011, semoga kita semua dapat bertindak sebaik-baiknya dan  dapat mengambil hikmahnya.   Kata orang bijak, berbuatlah sebaik-baiknya hari ini, jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran untuk menjadi yang lebih baik.

Selamat Tahun Baru.  Semoga di tahun 2011 ini kita semua dapat menjadi individu yang lebih baik daripada di tahun yang lalu.  Bonne AnnĂ©e Mes Amis