23 Januari, 2009

Clay From the Past

Masih satu tema dengan film bersetting abad ke-19 seperti posting sebelum. Baju dan topinya lumayan bergaya kuno ya?


Nah, yang satu ini dibuat sekitar pertengahan tahun 2007. Salah satu figurine pertama yang aku buat setelah kenal dengan clay tepung. Gayanya juga masih ngikutin gaya Indira banget (panduannya buku Indira berjudul Yuk Berkreasi dengan Adonan Clay). Si 'emak' ini disimpan di dalam lemari pajang biasa yang pintunya dari kaca geser, tidak ada perawatan khusus. Kena debu, kena udara Jakarta yang panas dan lembab. Kalau dihitung, umurnya sudah hampir 2 tahun (cepat sekali waktu berlalu ya?). Artinya barang dari clay tepung itu umurnya lumayan awet. Figurine ini tidak berjamur, warnanya masih bagus, masih mengilat dan bentuknya masih oke. Asal adonannya dikasih bahan pengawet dalam jumlah cukup, saya rasa jamur tidak jadi masalah. Apakah bisa berumur lebih panjang dari 2 tahun? Nah itu saya belum tahu, kita lihat saja sama-sama Happy

13 Januari, 2009

Antara Paper Quilling, Jane Eyre dan Kursus Cake Dasar

Umbrella Hallo! Jakarta hujan terus selama beberapa hari belakangan ini. Kemana-mana becek, ga ada ojek...walah! Ada situs bagus untuk inspirasi mereka yg gemar paper quilling. Kreasi seorang seniman bernama Yulia Brodskaya (klik namanya utk langsung ke situsnya). Gambar-gambar contoh karyanya ada di bawah ini (kalau mau lihat yang lebih jelas go to her website). Enjoy!



Terus apa lagi yang menarik untuk diceritain ya... Dua minggu belakangan aku sedang kena demam Jane Eyre. Ini judul karya sastra klasik terkenal karangan Charlotte Brontë , seorang novelis Inggris (1816 -1855). Aku sudah pernah baca ceritanya bertahun-tahun yang lalu jadi sudah lupa gimana jalan ceritanya dan nama tokoh-tokohnya. Malahan sudah lupa juga kalau aku punya bukunya! Nah, suatu hari iseng lihat-lihat VCD yg dijual di supermarket Hero dekat rumah. Tertarik sama VCD Jane Eyre yang direkam dari miniseri produksi stasiun televisi Inggris BBC di tahun 2006. Aku dari dulu emang suka banget cerita, film atau apa pun yang menyangkut periode sebelum abad ke-20 Eropa. Pikir punya pikir, harus beli nih! VCD atau DVD film gaya klasik kayak gini 'kan agak susah nemunya di sini! Waktu menonton di rumah, kok rasa-rasanya aku pernah baca ceritanya ya? Cari-cari di antara koleksi buku kesayangan (disimpannya di tempat khusus di satu lemari sendiri) baru deh ketemu bukunya di barisan buku paling belakang. Aku baca lagi ceritanya dan membanding-bandingkan cerita asli dengan adaptasi filmnya. Boleh dibilang miniseri buatan BBC itu sukses menghidupkan kembali cerita klasik karya Charlotte Bronte ini ke layar kaca. Dan ... aku sukaaa banget sama pemeran tokoh utama pria yaitu Mr. Rochester. Nama aktornya Toby Stephens dari Inggris. Perannya yang mungkin paling populer sebagai penjahat Gustave Graves di film James Bond "Die Another Day". Dan ternyata dia ini, si Toby bukan si Gustave, anaknya aktris Maggie Smith, pemeran tokoh kepala sekolah Hogwarts Minerva McGonagall di film Harry Potter (lho kok jadi kayak bikin silsilah keluarga begini?).
Ganteng banget bo In Love sampai ngiler liatnya... Liat sendiri deh kalau nggak percaya... Pokoknya buat mereka yang suka film drama, apalagi film yang diangkat dari karya sastra klasik nggak rugi deh beli VCD ini (iya, sayangnya dalam bentuk VCD bukan DVD).



Dan kalau mau lihat filmnya di Youtube juga ada (ada yg meng upload serialnya dari awal sampai akhir, kalau ga salah 24 video Youtube). Ketik aja Jane Eyre 2006 di kotak pencarian, pilihannya banyak.

Terus apalagi ya... Hari Sabtu kemarin aku ambil kursus singkat membuat Cake Dasar yang diadakan oleh Natural Cooking Club (NCC). Ini pertama kali aku ambil kursus prakarya begini (memasak cake termasuk prakarya bukan ya?). Pulang dari kursus bawa kue-kue banyak yang disimpan di satu buah kotak kue besar yang di tutup kotaknya ada tulisan "Selamat Menikmati" itu. Berangkat dan pulang ke tempat kursus jalan kaki karena lumayan dekat. Pas pulang, sambil bawa payung gede (karena hujan rintik-rintik) ditambah bawa kotak kue ukuran gede tanpa pakai kantong plastik. Persis kayak ibu-ibu yang baru pulang dari pengajian atau arisan sambil bawa oleh-oleh buat anak & suami di rumah . Lewat di depan pos satpam kompleks rumah, kuenya aku bagi sebagian (satpamnya milih sponge cake yang potongannya paling gede-gede lagi!... Padahal aku maunya yang itu!.. Sabar...). Enak lo kuenya empuk dan yummy natural. Tapi sejak hari itu aku siy belum latihan mempraktekkan sendiri di rumah. Adaaa aja alasannya, yang butuh telur banyak lah, yang mesti beli emulsifier dulu lah, yang belum beli mentega, bla-bla-bla... Tapi nanti kalau aku sudah bikin, aku pasti bikin laporannya di sini. Dan untuk sementara, sebelum keinginan membuat cake itu muncul, nonton aja Jane Eyre lagi, untuk yang kesekian kalinya... Laugh I love you deh Mr. Rochester BeatingBeatingBeating

03 Januari, 2009

Tentang Estha dari Kreasitha

Photobucket
Ada satu blog tentang crafts / kriya judulnya Kreasitha. Blog buatan Estha ini bagus sekali, memberi banyak panduan membuat barang-barang kriya dari berbagai media, resin, felt, daur ulang, clay dan banyak lagi yang lain. Ibu muda satu ini memang kreatif sekali dan punya pendidikan yang menunjang kreatifitasnya itu. Terus terang, blog Kreasitha menjadi salah satu inspirasi (kalau boleh dibilang begitu, gaya sekali kedengarannya Rolling Eyes ) buat saya untuk membuat Blognyasita (ngaku deh...). Permulaan bikin account di blogger karena penasaran, gimana sih caranya bikin blog? Lalu setelah buat satu posting di blogger, aku mikir lagi, ini blog mau cerita tentang apa? Temanku ada yang pernah berkata, orang yang punya blog adalah manusia narsis yang sukanya hanya bercerita tentang dirinya sendiri. Di dalam hati aku mikir, wah aku gak mau punya blog seperti itu. Niat awal membuat blog karena ingin tahu saja. Dan aku jelas gak mau dituduh narsis (mungkin iya, tapi ga terlalu parah Smile ). Aku jarang pergi-pergi, apalagi ke tempat-tempat yang eksotis dan wah, jadi jelas gak bisa cerita tentang itu. Suka baca dan nonton film tapi tidak punya ilmu untuk bikin resensi yang bisa dipercaya. Yang jelas aku suka kerajinan tangan, nah kenapa tidak menceritakan tentang itu saja? Aku mau bikin blog yang ada gunanya untuk orang lain, untuk berbagi hobby kriya. Lihat-lihat blog lain, eh ketemu deh blog Kreasitha. Aku sering bertamu ke blognya Estha ini, senang aja 'ketemu' dengan orang yang kreatif dan punya hobby yang sama, walaupun ketemunya hanya di dunia maya.
Nah, beberapa bulan terakhir Estha tidak membuat posting baru di dalam blognya. Aku tahu bener karena Kreasitha aku masukkan ke dalam daftar blog langganan di Google Reader punyaku. Setiap kali buka Google Reader, tidak ada posting baru dari blog punya Estha itu. Kenapa ya? Aku mulai bertanya-tanya. Pernah mau kirim email untuk Estha, menanyakan apa kabarnya, kenapa lama sekali tidak bikin posting baru di blognya? Jangan-jangan sesuatu terjadi pada Estha, sakit, sibuk sekali atau kejadian lain yang membuat dia mengundurkan diri dari dunia blogger. Lalu pernah satu kali aku ga sengaja bertamu di sebuah blog dari Amerika yang posting terakhirnya berisi pendapat dari teman-teman si pemilik blogger. Semuanya menyentuh hati, sedih, dan setelah membaca lebih lanjut ternyata si penulis/pemilik blog itu sendiri sudah meninggal dunia hanya beberapa minggu sebelum tanggal posting terakhir dari teman-temannya itu. Aku baca posting-posting lama di blog itu, foto-foto sang blogger waktu dia masih sehat, waktu dia sudah sakit dan mulai melakukan kemoterapi (dia meninggal karena sakit kanker). Seorang ibu muda, single parent yang tampak ceria, enerjik dan sangat kreatif (dia juga seorang yang hobby kerajinan tangan). Sedih baca blog itu. Sedih terutama karena menyadari aku sedang 'memasuki' kehidupan seseorang yang sudah tidak ada lagi di dunia ini. Apalagi pada beberapa posting terakhir, si ibu muda dari Amerika ini menceritakan pengalaman dan perjuangannya menjalani kemoterapi. Dan foto-foto dirinya berubah dari foto seorang perempuan yang sehat dan segar menjadi foto seseorang yang kurus, lemah, kepala ditutupi topi (karena rambutnya sudah rontok semua akibat kemo) tetapi masih tetap cantik karena matanya masih memancarkan sisa-sisa keceriaan dan ketegaran hatinya. Aku yang tidak pernah bertemu dengannya, baru sekali itu membaca blognya, jadi ikut sedih, ikut berdoa untuk keselamatan arwahnya. Dan aku teringat pada Estha... 'sahabatku' dari dunia maya. Apa yang terjadi padanya? Berpikiran yang tidak-tidak, jangan-jangan...
Tunggu dulu, it's a happy ending story. Nah, singkat cerita, kemarin akhirnya aku melihat ada kegiatan di Kreasitha. Langsung ada 7 posting baru. Aku buru-buru bertamu ke blognya, membaca semua posting barunya. Ternyata Estha memang punya masalah, tapi hanya masalah dengan internet di rumahnya. Alhamdulillah bukan karena jatuh sakit atau yang lain. Dan aku langsung kirim comment untuk Estha. Email yang sudah lama sekali aku tunda-tunda untuk mengirim kepadanya. Dan aku juga langsung kembali memasukkan alamat blog Kreasitha di dalam daftar Link saya. Datanglah bertamu ke sana, pasti kalian tidak akan kecewa. Estha punya banyak ilmu kriya yang dibaginya di dalam blognya. Dan sampaikan salam dari saya untuknya Thumbs Up

Photobucket