29 November, 2008

Cara Membuat Beberapa Simpul Pita



Minggu depan sudah bulan Desember. Mereka yang beragama Kristen pasti sudah mulai sibuk mempersiapkan Natal ya? Mungkin sudah pasang pohon Natal yang dihias dengan cantik dengan lampu kerlap-kerlip di tengah ruang keluarga. Sudah mulai beli hadiah untuk anggota keluarga dan teman? Pasti hadiah tersebut sebelum diberikan dikemas dengan cantik juga. Kalau mau belajar bagaimana caranya membuat simpul-simpul pita untuk menghias hadiah, coba lihat ke website The Container Store (tinggal klik aja yang hurufnya tebal itu). Bukan hanya yang mau Natalan saja kan yang butuh belajar cara membuat beberapa macam simpul pita untuk menghias kado / hadiah kita?

Foto-foto diambil dari / pictures taken from http://www.containerstore.com



28 November, 2008

Resep Clay Tepung

Photobucket
Pada posting sebelum ini, di awal-awal halaman blognyasita, aku menulis resep clay tepung yang ukurannya hanya pakai perbandingan. Selama ini memang aku nggak pernah benar-benar mengukur berapa gram lem putih / lem FOX yang dibutuhkan untuk membuat adonan clay tepung yang pas. Patokanku selama ini hanya 'feeling' ditangan pada waktu membuat adonan. Kalau sudah terasa tercampur rata, adonan tidak terasa kering ataupun basah itu artinya adonan clay sudah jadi. Mungkin karena aku biasa membuat adonan kue kering atau roti ya? Tapi, kali ini aku mencoba mengukur berapa gram lem putih yang diperlukan supaya lebih jelas dan lebih mudah , nggak pake 'feeling' lagi Happy

Cute Resepnya adalah:
  • tepung terigu 40 gr
  • tepung beras putih 40 gr
  • tepung tapioka / kanji 40 gr
  • pengawet makanan dalam bentuk bubuk (benzoat atau sejenis) 2 sdt
  • lem putih atau lem PVAc 120 gr
Cute taruh semua bahan lalu aduk atau campur dengan tangan yang bersih dan kering. Uleni adonan dengan tangan hingga semua bahan-bahannya tercampur rata. Bersihkan sisa-sisa adonan yang menempel di tangan, campurkan ke dalam adonan besar. Simpan adonan clay tepung yang sudah tercampur ini di dalam kantong plastik, tutup kantongnya lalu simpan kantong berisi adonan clay di dalam kotak plastik supaya adonan terlindung dari udara sehingga tahan lama. Sebelum membentuk, cuci tangan bekas menguleni adonan dengan air terlebih dulu.
Oh ya, satu lagi, kalau membuat adonan dengan resep di atas dan memakai lem yang masih bagus, pemakaian hand body tidak dibutuhkan. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, hand body / krim pelembab ditambahkan hanya bila adonan clay sudah agak kering.

Sekali lagi, pilihan cat yang dipakai adalah cat air, cat poster, cat akrilik.

Kalau mau mengilap, setelah pajangan kering benar disemprot cat pilox bening / clear, atau vernis akrilik atau cat kuku / nail polish warna bening.

Photobucket

25 November, 2008

Kue Kering Havermut



Sore-sore musim hujan begini enaknya minum teh hangat sambil makan kue. Beberapa hari yang lalu aku bikin kue kering havermut. Resep lama yang sudah sering aku bikin untuk teman minum teh di rumah. Rasanya enak, gak terlalu manis sesuai selera saya, menteganya terasa dan juga ada krenyes-krenyes dari havermutnya. Bikinnya gampang dan bahan-bahannya gak ada yang mahal. Untuk mencetaknya juga tidak diperlukan cetakan kue kering, hanya pakai dua sendok dan garpu. Mau coba?

Photobucket Resepnya:
75 g gula halus
100 g mentega (atau kombinasi dgn margarin setengahnya)
1 butir telur
100 g tepung terigu diayak
100 g havermut

Photobucket Caranya:
kocok gula dan mentega sampai putih dan naik. Masukkan telur, kocok lagi sebentar hingga tercampur rata. setelah itu, masukkan tepung dan havermut, aduk rata dengan spatula atau sendok.

sediakan loyang yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung. Bisa juga mengalasi loyang dengan kertas minyak. Ambil adonan memakai sendok, lalu dengan bantuan sendok lain bentuk menjadi bulat dan letakkan di atas loyang. Ulangi lagi, taruh di atas loyang dengan memberi jarak karena kue kering ini mengembang pada saat dibakar. Setelah itu, tipiskan adonan di atas loyang dengan garpu. Sendok yang dipakai bisa sendok teh (untuk kue kering berukuran kecil atau sedang) atau sendok makan untuk kue kering berukuran besar.

Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya dengan panas sedang sampai masak dan warnanya kekuning-kuningan.
Photobucket

13 November, 2008

Recycled Plastic Bottle

How to make a piggy bank from a recycled plastic bottle.

Membuat celengan dari botol plastik bekas air mineral, jus buah dll.


Bahan:
  • botol plastik bekas minuman, potong bagian ujung
  • kertas koran digunting panjang
  • lem putih dicampur air perbandingan 1:1 (supaya cair)
  • kuas untuk menyapukan lem
Materials:
  • plastic bottle (from fruit juice, mineral water etc), cut the top off
  • strips of newspaper
  • white craft glue diluted with water (about 1:1)
  • paint brush for applying the diluted glue on to the plastic bottle

Sapukan lem putih yang sudah dicampur air ke atas permukaan botol memakai kuas. Tempel satu lembar potongan kertas koran. Sapukan lagi lem lalu tempel selembar potongan koran, demikian seterusnya hingga menutupi seluruh permukaan botol plastik. Lakukan hal ini hingga beberapa lapisan. Semakin tebal lapisannya, semakin kuat permukaan botolnya. Banyaknya lapisan tergantung pada ketebalan plastik botol.
Bagian bawah botol plastik jangan dilapis kertas koran. Biarkan polos. Bagian ini untuk mengambil isi celengan (dengan memakai pisau) bila celengan sudah penuh nantinya.

Cover the bottle with 2 or more layers of glue and newspaper (depends on the thickness of the plastic bottle). Do not cover the bottom of the bottle. Leave the bottom as it is, this will be the part where you can open the piggy bank with a knife to get the money out Smile.


Biarkan hingga kering betul, setelah itu cat seluruh permukaan yang dilapis kertas dengan cat putih (cat akrilik atau cat poster). Biarkan lagi hingga cat kering.

Leave it until the glue is completely dry. Paint the entire newspaper layer with white paint (acrylic or poster paint) and let it dry.

Setelah cat dasar kering, baru warnai bagian baju dan muka boneka. Biarkan hingga cat ini kering, lalu tutup bagian kepala dengan rambut dari clay. Gambar atau lukis mata dan mulut memakai spidol atau cat. Buat hidung dari clay lalu tempel pakai lem putih.

Paint the cloth and face of the doll. Let it dry and then cover the top of the bottle with hair made from clay. Draw or paint the eyes and mouth with felt pen or paint. Make a nose from clay and stick it into place.


Buat lubang pada clay sebagai tempat memasukkan uang. Biarkan hingga kering.

Make a cut for coins on the top of the head with a sharp pointed knife. Leave the clay to dry.


Tambahkan rok dari kain perca (disini pakai kain felt). Rekatkan pada botol pakai lem tembak. Hias sesuka hati dengan manik-manik, pita, renda dll.

Make a skirt from felt or fabric. Glue it to the plastic bottle using a glue gun and decorate the skirt and or the doll with beads, ribbon, lace etc.
Voila! Magic Trick Celengan dari botol plastik bekas sudah jadi.

10 November, 2008

Nihon no Matsuri







Foto-foto ini diambil pada acara Nihon no Matsuri* atau Festival Jepang yang diadakan pada Japan Indonesia Expo 2008 di arena PRJ Kemayoran Jakarta. Kemarin malam, 9 November, adalah acara penutupan. Pengunjungnya padat sekali. Antrian ada dimana-mana, terutama di stand-stand yang menjual makanan khas Jepang dan Obatake alias atraksi rumah hantu a la Jepang. Acaranya padat, sampai bingung menentukan pilihan. Apalagi kalau pergi beramai-ramai, yang satu mau nonton cosplay terus-terusan, yang satunya mau mencicipi semua makanan Jepang yang tersedia, yang satunya lagi mau lihat semua pertunjukan tarian, nyanyian dan kerajinan Jepang yang digelar di sana. Sedangkan tempat pertunjukannya beda-beda. Acaranya antara lain pertandingan cosplay dan kabaret cosplay, demo ikebana, demo upacara minum teh, demo kimono, pertunjukan honoo-daiko (bedug Jepang), pertunjukan musik dll.
Acara puncak adalah KANTOH dan Mikoshi** yang dilakukan di arena luar PRJ di bawah langit Jakarta yang malam itu kebetulan sekali tidak hujan dan tidak berangin kencang. Karena ada atraksi membawa semacam gunungan berbelas-belas (mungkin lebih) lampion yang diikat pada bambu dan dibawa oleh satu orang secara bergantian sambil menunjukkan kebolehannya menjaga keseimbangan (dan kekuatan) memainkan gunungan lampion. Lilin-lilin di dalam semua lampion itu dinyalakan. Mudah-mudahan foto-foto di sini bisa sedikit menunjukkan keindahan atraksi tersebut.



*) Matsuri (祭?) is the Japanese word for a festival or holiday. In Japan, festivals are usually sponsored by a local shrine or temple, though they can be secular.
There is no specific matsuri days for all of Japan; dates vary from area to area, and even within a specific area, but festival days do tend to cluster around traditional holidays such as Setsubun or Obon. Almost every locale has at least one matsuri in late summer/early autumn, usually related to the rice harvest.
Notable matsuri often feature processions which may include elaborate floats. Preparation for these processions is usually organized at the level of neighborhoods, or machi. Prior to these, the local kami may be ritually installed in mikoshi and paraded through the streets.
(Wikipedia)


**) A mikoshi (神輿?) is a portable Shinto shrine. Shinto followers believe that it serves as the vehicle of a divine spirit in Japan at the time of a parade of deities. Often, the mikoshi resembles a miniature building, with pillars, walls, a roof, a veranda and a railing. Typical shapes are rectangles, hexagons, and octagons. The body, which stands on two or four poles (for carrying), is usually lavishly decorated, and the roof might hold a carving of a Phoenix.
During a matsuri, or Japanese festival, people bear a mikoshi on their shoulders by means of the two or four poles. They bring the mikoshi from the shrine, carry it around the neighborhoods that worship at the shrine, and in many cases leave it in a designated area, resting on blocks, for a time before returning it to the shrine.
(Wikipedia)


foto Mikoshi dari Wikipedia

06 November, 2008

Alamat Kursus & Toko Peralatan Clay (dan crafts yang lain-lain)

Ini update tempat-tempat kursus clay yang ada di Jakarta. Saya bukan pemegang saham apa pun di semua tempat kursus ini (pemegang tiang listrik aja ya...Happy) jadi semua data di bawah semata-mata untuk informasi sesama penggemar kerajinan clay yang mungkin sedang baca blognyasita. Urutan juga bukan berdasarkan favoritisme atau semacamnya... (weleh-weleh, ribet amat bo!)

House of Clay by IE Craft
Batanghari 30 Cideng Gambir Jakarta Pusat , Indonesia.Phone: 3518472.
website http://iwser029.multiply.com atau klik langsung di sini
memberi kursus, melayani penjualan secara langsung maupun online : clay dan alat-alatnya, miniatur, buku-buku kerajinan dan bahan-bahan kerajinan lainnya

Photobucket

Hikari's Art
ITC Mangga Dua Lt. IV blok B no.8A dan 8B, tel. 70560610
memberi kursus, melayani penjualan clay dan peralatannya, miniatur, buku-buku kerajinan.

Photobucket

Feliciacraft.multiply.com
Menurut pesan yang ditinggalkan di kotak Shoutmix Blognyasita, Felicia craft juga memberi
kursus clay bertempat di Golden Truly Gunung Sahari, lt. dasar dekat ATM.
Website menjual clay dan peralatannya, miniatur, buku-buku kerajinan.
Alamat website http://feliciacraft.multiply.com, atau klik langsung di sini
Ralat: kursus clay belum dimulai lagi, untuk info lebih lanjut silakan email ybs.

Photobucket

Tiny & Co.
EX Bridge K 08 - Plaza Indonesia, tel. 931-81130, 0818 788 730
Kursus clay akan diadakan Desember 2008
Melayani penjualan secara langsung dan online: clay dan peralatannya, miniatur, buku-buku kerajinan.
Website http://clay2clay.multiply.com atau klik langsung di sini

Photobucket

Nah, buat yang berminat silakan hubungi langsung alamat / website / nomor telpon di atas.
Selamat belajar, selamat berbelanja, selamat melihat-lihat
Photobucket

01 November, 2008

Meet My Friend


This friend of mine was made about two weeks ago and since then he always accompany me during my 'clay time'. The wise expression on his face seems to say, "What other silly things are you going to make today?" or if I made mistakes, he would say, "Is that a dog to you? I say it looks more like a mouse!".



Then, to divert his attention I bribed him with a bowl of dog food complete with one big-white-bone. That seems to work well. From then on he just smiles and winks from time to time to let me know that he loves my company.

Photobucket