24 Juni, 2009

Pink Puya

Candy for your eyes!
Photo credit: strangewonderfulthings.com

Ini adalah bunga dari Pink Puya, sebuah tanaman langka dari Argentina. Warnanya berubah seiring dengan usia bunga. Subhanallah! Bukti sekali lagi bahwa sesungguhnya Tuhan telah menciptakan segala macam kombinasi warna yang diekspresikan-Nya di alam raya ini. Gambar diambil dari Strangewonderfulthings.com dan dimuat oleh Scienceray.com.

11 Juni, 2009

Bubur Kertas (gagal)

Ceritanya lagi coba membuat bubur kertas.
Kertas koran bekas disobek kecil-kecil dan direndam semalaman atau dua malam (boleh nawar deh sama langganan ) di dalam ember berisi air sedikit. Untuk bahan perekat aku mau coba pakai lem dari tepung kanji, kembali ke jaman prasejarah. Kalau pakai tepung kanji bisa kenapa ga dicoba? Akhirnya, setelah kertas koran bekas sudah lumayan menjadi bubur, lem dari tepung kanji sudah selesai dibuat, akhirnya kedua bahan itu dicampur dan diaduk rata.
Setelah diaduk, bubur kertas dicetak pakai cetakan kue kering. Dijemur di bawah sinar matahari (kemarin mataharinya ga mau keluar, malah sorenya hujan sampai malam). Kelihatannya sampai tahap ini semua baik-baik aja.
Pagi ini waktu aku tengok, si bubur kertas yang kemarin sudah dicetak dan dijemur di teras belakang rumah tampak berantakan. Kayaknya ada binatang, kemungkinan besar tikus, yang mengaduk-aduk Huh?. Ada satu yang tadinya berbentuk bintang sama sekali rusak gak berbentuk! Terus semua dirubung semut hitam, walaupun ga banyak sekali. Aneh! Padahal minyak gorengnya bersih alias baru, bukan minyak bekas goreng ikan asin. Bahan dasarnya hanya kertas koran bekas dan tepung kanji. Kenapa ada binatang yang iseng obrak-abrik ya? Apa ada yang tahu kenapa? Atau mungkin pernah ada yang bikin bubur kertas dicampur lem kanji dan sukses, boleh tau caranya? Help me duongg...

Pencetakan

Thumbs Downps: sobekan kertas korannya juga terlalu besar-besar / berantakan.

06 Juni, 2009

Websitenya Indira (yang menulis buku itu loh!)

Buat yang hobi clay tepung, pasti sudah kenal dengan Indira. Buku-buku karyanya mengenai kerajinan dari clay tepung sudah lama diterbitkan dan dijadikan buku pelajaran bagi penggemar clay tepung (termasuk saya). Jadi kebayang dong senengnya waktu dapat info dari pembaca blognyasita (terimakasih AreTomo) bahwa Indira ternyata juga buka 'warung' di multiply namanya Indiraclay. Untuk lebih jelasnya silakan hubungi langsung di warung multiplynya. Di bawah ini beberapa foto karyanya (sudah minta ijin dulu sama yang punya). O ya, ternyata selain clay tepung, Indira juga berkreasi dalam paper quilling.

Foto ini pasti familier sekali untuk hobbyist clay tepung ... ini yang dijadikan cover untuk bukunya

Cerita dongeng Snow White diwujudkan dalam clay tepung. Sebesar apa pajangan ini? Waaa... (kagum gitu looo...)

Little Piggies and one giant doughnut

04 Juni, 2009

Belajar Melukis dengan Cat Air

Ada website berguna untuk mereka yang ingin belajar melukis memakai cat air / watercolor painting. Lihat di Free Watercolor Painting Tutorial. Ada foto step by step.

03 Juni, 2009

Akhirnya aku menyentuh clay lagi. Hampir satu bulan atau lebih aku gak main-main dengan clay tepung. Ini sebetulnya dipesan seseorang lewat email. Untuk anak cowo yang hobi otomotif. Yaiks!! Mobil? Aku nggak pernah bikin bentuk mobil dari clay sebelumnya! I am a girly girl gitu lohh ... sukanya bikin bunga, boneka, binatang-binatang yang lucu dan baik hati. Karena tidak bisa membuat mobil (sudah dicoba dan hasilnya juelekk buangedh!) akhirnya aku bikin anak laki yang sedang main mobil-mobilan di atas karpet bermotifkan jalanan aspal. Mobilnya ada tapi kecilll... cuma sebesar ujung jari, jadi bentuknya yang tidak bagus tidak terlalu kelihatan.
Awalnya seperti ini, sebelum dilukis mata dan diberi rambut.


Akhirnya seperti ini.

O ya, semuanya terbuat dari clay beli, bukan clay tepung. Karpet dan hurufnya dari paper clay, bonekanya dari clay made in Jepang. Wuihh ... beda banget clay mahal sama clay tepung! Lembut, empuk ... dan yang paling berasa adalah aku tidak harus membuat adonan terlebih dulu. Tinggal tambahin warna, dicampur sebentar lalu tinggal berkreasi. Aku akan cerita lagi deh tentang clay beli ini. Sementara pengalaman memakai clay beli jadi memang baru sekian.
Akhir cerita dari orang yang memesan? Gak tau! Tiba-tiba missing in action. Menyesal? Gak juga, kalau gak ada pesanan mungkin sampai sekarang clay Jepang itu masih tetap terbungkus rapi dan tidak tersentuh (lumayan, harganya 80ribu sebungkus!). Tapi ini jadi pelajaran. Kalau terima pesanan khusus / custom order jangan membuat dulu kalau tidak ada uang muka atau tanda jadi sebelumnya. Sebetulnya aku juga ga minat terima pesanan khusus seperti ini. Waktu itu aja keisengan!