20 Maret, 2009

Clay Tepung Jamuran #3


Kelemahan clay tepung (atau mungkin seharusnya ditulis: salah satu dari beberapa kelemahan clay tepung, perhatikan kata: beberapa, anak-anak Happy) adalah rentan terhadap jamur. Aku memang tidak menjual clay, apa pun jenisnya, apakah itu clay tepung, polymer clay, atau jenis air-dry clay lain. Selama ini aku berkarya pakai clay tepung karena mudah dibuat sendiri di rumah dan harga bahan-bahannya yang murah. Cerita di blog untuk berbagi pengalaman aja, apa adanya, ga ada maksud menggurui atau mempromosikan apa pun. Statusnya masih dalam tahap "Belajar". Nah, eniwei...sekarang aku mau kasih tunjuk clay tepung buatanku yang (sukses) kena jamur. Boneka satu ini aku buat waktu Lebaran tahun lalu, berarti umurnya belum ada setengah tahun. Adonan clay tepungnya seingatku, kalau ga salah, sudah diberi bubuk pengawet makanan. Setelah bonekanya kering, juga sudah disemprot dengan cat pilox bening sebagai vernis. Seharusnya tidak akan berjamur, minimal tidak secepat ini. Ingat ceritaku tentang boneka dari clay tepung yang dibuat tahun 2007 dan sampai sekarang masih bagus? Nggak berjamur dan masih mengilat. Nah boneka penggebuk bedug Lebaran 2008 yang satu ini nggak semujur dia. Kepala, bahu dan kedua tangannya ditutupi serbuk putih jamur. Aneh! Padahal disimpan di lemari yang sama dengan si boneka dari tahun 2007 itu (ga bersebelahan). Mungkin karena penyemprotan vernisnya tidak rata (lihat bagian kepala boneka yang tidak mengilat sementara pukulan bedugnya mengilat, dan belum atau tidak kena jamur). Mungkin karena aku lupa kasih bubuk benzoat waktu membuat adonannya. Atau, mungkin sudah diberi tapi jumlahnya terlalu sedikit. Atau mungkin, waktu membuat boneka penabuh bedug ini tanganku kurang bersih (habis main-main dengan jamur panu, kurap, kudis dan lain-lain, he he he).
Ga ngerti juga Question MarkJust to inform you. Look at the pictures above & below. Mungkin sudah saatnya beralih ke clay patent, yang impor, yang mahal, yang kinclong, yang... hahh, lagi krismon niii...