09 Desember, 2008

Shooting Untuk DAAI-TV euy!

Director Action ACTION!

Akhirnya, hari ini shooting untuk DAAI-TV. Mbak Retta dari DAAI-TV menghubungi saya pertama kali lewat blognyasita. Pertama kali terima email dari mereka, ada rasa gak percaya. Kenapa mereka menghubungi aku? Kan ada banyak yang lebih jago bikin-bikin daripada aku! Apa mungkin cuma orang iseng yang ngaku-ngaku dari sebuah stasiun televisi swasta? Jadi, di awal-awal aku nggak mau terlalu mikirin, dan kebetulan selama satu minggu kemarin aku sibuk banget dengan pekerjaan lain. Baru setelah mbak Retta itu menelpon kembali hari Sabtu yang lalu untuk konfirmasi, nah baru deh aku bener-bener percaya. Singkatnya, aku diminta mengisi salah satu acara untuk anak-anak dengan mengajarkan secara singkat clay tepung. Hiyaa...waktu pengambilan gambar untuk cara pembuatan clay tepung, dari mulai mencampur bahan-bahan resep sampai membentuk hiasan dari clay aku sih gak merasa gugup atau camera shy. Lha wong yang kelihatan cuma kedua tangan aja (eh, aku rasa sih begitu ya, kayaknya kameranya selalu mengarah ke tangan dan bukan ke mukaku...tapi kalau dipikir-pikir sekarang kok ya ga yakin juga Ponder ). Entah nanti waktu penayangan di TV jadi berapa menit? Pengambilan gambarnya sih satu jam lebih gitu... Mas kameramen bolak-balik nyuruh aku untuk mengulang beberapa bagian, padahal cuma mengambil adonan, menguleni adonan waktu mencampur cat. Begini aja diulang-ulang apalagi kalau akting satu cerita gitu ya? Nah, setelah pengambilan gambar "Cara Membuat" selesai, ternyata ada bagian "Wawancara". Aku jadi salah tingkah, mau wawancara apa? Kayak pakar aja diwawancara segala! Terus aku mikir, widih tampangku gimana nanti ditangkap di kamera? Mukaku berminyak ga? Rambutku yang ga ada potongannya begini apa ga keliatan kayak buntut tikus kecebur? Tapi mbak Retta bilang nggak apa-apa kok... Yah, menyerah aja deh, mau diapain lagi. Think positive thought. Take a deep breath aaandd ... action!
Bagaimanapun, aku juga sudah bilang mbak Retta, aku memulai kerajinan dari clay tepung ini setelah membaca bukunya Ibu Monica dan Ibu Indira. Bahkan ada satu bagian dimana aku menunjukkan buku karya kedua orang tersebut di dalam pengambilan gambar. And I told them I am not an expert and am not the one who made the recipe of this kind of homemade air dry clay. Aku hanya ingin menyebarkan hobby berkerajinan tangan, khususnya berkreasi dengan clay tepung karena bahannya yang mudah dan murah. Apalagi untuk anak-anak, bisa membantu menambah kreativitas dan koordinasi tangan (gaya banget ngomongnya!) mereka. Dan berbeda dengan lilin mainan biasa yang ngga bisa mempertahankan bentuknya, barang hasil clay tepung bisa bertahan lama dan bisa menjadi berbagai macam barang seperti kalung, pajangan di meja, bros, anting, penghias kartu ucapan dan banyak lagi yang lain.
Jadi, pengambilan gambar hari ini menurut rencana akan ditayangkan akhir Desember pada hari Minggu. Sayangnya aku lupa mencatat nama acaranya, pokoknya itu acara untuk anak-anak di DAAI-TV hari Minggu sore. Sayangnya lagi di rumah aku pakai tv berlangganan dan ga bisa menangkap DAAI-TV... Nanti kalau mau nonton aku harus nebeng dulu di rumah saudara atau teman. Dan sayangnya yang lain lagi (ketiga kali bo!) aku lupa memotret shooting itu dengan kameraku sendiri untuk arsip pribadi. Apa karena demam panggung? Dasar ga bakat jadi artis sinetron, wakakak Laugh. Nanti aku kabari lagi deh tanggal penayangan di TV setelah dapat kabar dari mereka Photobucket