10 Juli, 2009

Aku ga suka dengan boneka clay yg aku buat ini.  Maunya bikin anak sedang memegang sekeranjang bunga.  Agak-agak nyeremin, apalagi close up begini.  Dibuat dari clay merk Hearty Soft.  Kalau sudah kering clay ini ringan sekali dan di tangan terasa hampir seperti busa atau foam. Mungkin karena itu juga kenapa waktu matanya digambar dengan spidol jadi bleber seperti itu, persis seperti menulis di atas lembaran foam.  O ya, tadinya boneka kecil ini mau dijadikan hiasan gantung makanya ada ring di kepalanya.

Satu set gunting plastik yang aku beli belum lama ini.  Harganya 9500 rupiah saja (satu set). Terbuat dari plastik warna-warni.  Tulisan pada kemasannya sih keren: "craft scissors", "safety paper use".  Jangan harap bisa menggunting kertas (apalagi kain!) dengan gunting-gunting cantik-plastik ini.  Ga bakalan bisa! Tapi ternyata bisa dipakai untuk menggunting lembaran clay (waktu masih belum kering).  Aku beli juga karena ingin dicoba pada clay.  Bisa dipakai untuk misalnya menggunting pinggiran rok boneka dari clay supaya bergelombang seperti renda. Sebelum menggunting jangan lupa menggilas clay menjadi lembaran tipis dulu.

08 Juli, 2009

Pemilu Presiden

... dan calonnya (hampir lupa!)
Sudah memilih? Jangan sampai golput loh...bisa-bisa hak suara kita disalahgunakan orang lain.
Habis ke TPS tadinya mau langsung ke mall, niat mau nraktir my dearest mommy. Ternyata toko-toko baru buka jam 12 siang, berarti aku harus nunggu 2 jam lagi di luar gedung mall. Gak kena ac, jangankan bisa sambil makan dan minum! Yo wis, pilihan terbaik pulang dulu. Kasihan emak ntar kepanasan!
I wonder who is going to be our next president. Mudah-mudahan semua berjalan damai.

Election Day School's Out

24 Juni, 2009

Pink Puya

Candy for your eyes!
Photo credit: strangewonderfulthings.com

Ini adalah bunga dari Pink Puya, sebuah tanaman langka dari Argentina. Warnanya berubah seiring dengan usia bunga. Subhanallah! Bukti sekali lagi bahwa sesungguhnya Tuhan telah menciptakan segala macam kombinasi warna yang diekspresikan-Nya di alam raya ini. Gambar diambil dari Strangewonderfulthings.com dan dimuat oleh Scienceray.com.

11 Juni, 2009

Bubur Kertas (gagal)

Ceritanya lagi coba membuat bubur kertas.
Kertas koran bekas disobek kecil-kecil dan direndam semalaman atau dua malam (boleh nawar deh sama langganan ) di dalam ember berisi air sedikit. Untuk bahan perekat aku mau coba pakai lem dari tepung kanji, kembali ke jaman prasejarah. Kalau pakai tepung kanji bisa kenapa ga dicoba? Akhirnya, setelah kertas koran bekas sudah lumayan menjadi bubur, lem dari tepung kanji sudah selesai dibuat, akhirnya kedua bahan itu dicampur dan diaduk rata.
Setelah diaduk, bubur kertas dicetak pakai cetakan kue kering. Dijemur di bawah sinar matahari (kemarin mataharinya ga mau keluar, malah sorenya hujan sampai malam). Kelihatannya sampai tahap ini semua baik-baik aja.
Pagi ini waktu aku tengok, si bubur kertas yang kemarin sudah dicetak dan dijemur di teras belakang rumah tampak berantakan. Kayaknya ada binatang, kemungkinan besar tikus, yang mengaduk-aduk Huh?. Ada satu yang tadinya berbentuk bintang sama sekali rusak gak berbentuk! Terus semua dirubung semut hitam, walaupun ga banyak sekali. Aneh! Padahal minyak gorengnya bersih alias baru, bukan minyak bekas goreng ikan asin. Bahan dasarnya hanya kertas koran bekas dan tepung kanji. Kenapa ada binatang yang iseng obrak-abrik ya? Apa ada yang tahu kenapa? Atau mungkin pernah ada yang bikin bubur kertas dicampur lem kanji dan sukses, boleh tau caranya? Help me duongg...

Pencetakan

Thumbs Downps: sobekan kertas korannya juga terlalu besar-besar / berantakan.

06 Juni, 2009

Websitenya Indira (yang menulis buku itu loh!)

Buat yang hobi clay tepung, pasti sudah kenal dengan Indira. Buku-buku karyanya mengenai kerajinan dari clay tepung sudah lama diterbitkan dan dijadikan buku pelajaran bagi penggemar clay tepung (termasuk saya). Jadi kebayang dong senengnya waktu dapat info dari pembaca blognyasita (terimakasih AreTomo) bahwa Indira ternyata juga buka 'warung' di multiply namanya Indiraclay. Untuk lebih jelasnya silakan hubungi langsung di warung multiplynya. Di bawah ini beberapa foto karyanya (sudah minta ijin dulu sama yang punya). O ya, ternyata selain clay tepung, Indira juga berkreasi dalam paper quilling.

Foto ini pasti familier sekali untuk hobbyist clay tepung ... ini yang dijadikan cover untuk bukunya

Cerita dongeng Snow White diwujudkan dalam clay tepung. Sebesar apa pajangan ini? Waaa... (kagum gitu looo...)

Little Piggies and one giant doughnut

04 Juni, 2009

Belajar Melukis dengan Cat Air

Ada website berguna untuk mereka yang ingin belajar melukis memakai cat air / watercolor painting. Lihat di Free Watercolor Painting Tutorial. Ada foto step by step.

03 Juni, 2009

Akhirnya aku menyentuh clay lagi. Hampir satu bulan atau lebih aku gak main-main dengan clay tepung. Ini sebetulnya dipesan seseorang lewat email. Untuk anak cowo yang hobi otomotif. Yaiks!! Mobil? Aku nggak pernah bikin bentuk mobil dari clay sebelumnya! I am a girly girl gitu lohh ... sukanya bikin bunga, boneka, binatang-binatang yang lucu dan baik hati. Karena tidak bisa membuat mobil (sudah dicoba dan hasilnya juelekk buangedh!) akhirnya aku bikin anak laki yang sedang main mobil-mobilan di atas karpet bermotifkan jalanan aspal. Mobilnya ada tapi kecilll... cuma sebesar ujung jari, jadi bentuknya yang tidak bagus tidak terlalu kelihatan.
Awalnya seperti ini, sebelum dilukis mata dan diberi rambut.


Akhirnya seperti ini.

O ya, semuanya terbuat dari clay beli, bukan clay tepung. Karpet dan hurufnya dari paper clay, bonekanya dari clay made in Jepang. Wuihh ... beda banget clay mahal sama clay tepung! Lembut, empuk ... dan yang paling berasa adalah aku tidak harus membuat adonan terlebih dulu. Tinggal tambahin warna, dicampur sebentar lalu tinggal berkreasi. Aku akan cerita lagi deh tentang clay beli ini. Sementara pengalaman memakai clay beli jadi memang baru sekian.
Akhir cerita dari orang yang memesan? Gak tau! Tiba-tiba missing in action. Menyesal? Gak juga, kalau gak ada pesanan mungkin sampai sekarang clay Jepang itu masih tetap terbungkus rapi dan tidak tersentuh (lumayan, harganya 80ribu sebungkus!). Tapi ini jadi pelajaran. Kalau terima pesanan khusus / custom order jangan membuat dulu kalau tidak ada uang muka atau tanda jadi sebelumnya. Sebetulnya aku juga ga minat terima pesanan khusus seperti ini. Waktu itu aja keisengan!

27 Mei, 2009

Beberapa ketrampilan yang sempat aku buat belakangan ini.

Pertama: Diapers Cake.
Deskripsi barangnya ya kurang lebih 'kue' yang dibuat dari popok sekali pakai. Jelas bukan untuk dimakan. Membuatnya secara singkat: popok satu per satu diikat dengan karet gelang lalu disusun, ditumpuk dan diikat pertama dengan tali karet lalu dengan pita untuk menutup tali karet. Di tengah-tengah susunan popok itu diberi botol minum bayi atau batang kayu atau roll dari karton bekas tissue dapur. Gunanya sebagai tiang penyangga atau 'pegangan' untuk popok-popok itu. Lalu diberi hiasan mirip seperti cake betulan. Sebagai contoh hiasan bisa berupa pita, mainan anak-anak atau hiasan dari plastik untuk cake (beli di toko peralatan membuat kue seperti misalnya hiasan cake berbentuk balon atau bertema Princess). Yang difoto memang diapers cake yang agak miring, tidak rapi dan berantakan ... maaf, ini cuma foto hasil awal waktu aku masih latihan dan mencari-cari bentuk. Foto hasil akhir ga begitu jauh beda dari foto awal sih (ha ha ha, just kidding!) tapi sayangnya aku ga sempat memotret foto akhir. Kalau mau cara membuat yang lengkapnya ada di tabloid Nova terbitan beberapa minggu yang lalu tapi aku lupa edisi berapa (dan aku juga ga punya copynya). But just to give you all the idea. O ya, dasarnya aku pakai karton plano yang digunting bentuk bulat dan kemudian ditutup dengan kertas kado (di gambar kartonnya belum ditutup).

The Leaning Tower of Pisa Diapers Cake Laugh
This is just my first attempt, the final result was not much better than this one.. noo... just kidding. I forgot to take picture after it was properly made. This picture is here just to give an idea on how to make a diapers cake.

Kedua: Hiasan kepala dari kawat dan tulle
Selain hiasan kepala bisa juga dibuat untuk hiasan dinding. Rangka dasarnya dari dua kawat yang cukup tebal dijalin atau diplintir menjadi satu. Lalu diberi bunga dari kain (beli jadi), di tutup dengan potongan-potongan kecil dari kain tulle. Kedua ujung kawat kemudian ditutup dengan pita satin. Pita satin ini sebagai pengikat di belakang kepala (bila dipakai sebagai penghias kepala).
A decorative headband made from wire, fabric flowers, tulle and ribbon. Ah, do not forget: also a lot of glue!

Yang di bawah ini dijadikan hiasan dinding karena diberi tambahan lonceng dari kuningan.

19 Mei, 2009

Hallo! I'm Back!

hello

Hallo dunia maya! Apa kabar semuanya? Sudah satu bulan lebih Sita tidak menulis di blog. Karena komputerku sempat rusak dan ditambah aku juga sibuk sekali beberapa minggu belakangan ini. Membuat pajangan dari clay juga sudah satu bulan lebih tidak tersentuh karena iseng mencoba bikin kerajinan dari bahan lain.
Eniwei, ada sesuatu yang unik dari perancang busana Lenny Agustin. Perancang muda ini memang desainnya unik, penuh warna dan yang pasti sangat kreatif. Salah satu gagasan kreatifnya adalah perhiasan yang dibuat mirip dengan paper quilling. Lihat foto-foto di bawah ini (foto diambil dari Harian Kompas Minggu dan dari Life.com)
Perhatikan kalung dan hiasan kepala yang dipakai model. Kelihatannya menggunakan teknik yang sama dengan teknik paper quilling tapi dalam ukuran yang jauh lebih besar dari biasanya dan dengan memakai bahan dari (mungkin) kain bukan kertas lagi.
Salut untuk Lenny Agustin. Salam kreatif!

kalung dan hiasan kepala yang dibuat seperti paper quilling


p.s.: sebetulnya niat utk mengulas tentang kreasi perancang ini sudah lama mau aku tulis di blognyasita... Ga apa-apa ya, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

03 April, 2009

the cheap, the cute and the practical

My cheap plastic shocking pink shoes. The price was incredibly cheap (unfortunately they're not very comfortable either) but every time I wear them they always make me feel like a little girl again. Is it the color or the polkadot bow that makes me feel like that? I think it's both, whatever it is, they are cute.

A cake for my niece's birthday. I have a secret Don't tell anyone that I didn't make the cake myself, I just decorate it with buttercream, sprinkles and fondant. After a few failed attempts to make a perfect cake, I just give up and buy one. At least the buttercream and the fondant figures were made by me. This is the practical one.

What I'm trying to say is, it doesn't cost much to make us feel happy. It's what inside your mind that counts.

“It isn’t what you have, or who you are,
or where you are, or what you are doing
that makes you happy or unhappy.
It is what you think about.”
Dale Carnegie