08 Juli, 2010

Berubah!

Yes, penampilan BlognyaSita sudah berubah.
Bosan dengan penampilan lama, sepertinya gambar latar belakang yang sekarang lebih kalem, begitu juga dengan warna-warnanya.  Memanfaatkan kemudahan "Design" dari Blogger, pilihan baru yang belum pernah aku coba.  Semuanya sudah disediakan oleh Blogger, tinggal pilih mau warna apa, gambar latar yang mana dan huruf serta ukuran berapa.  Sekarang membuat blog sepertinya jadi semakin mudah.  Tunggu apa lagi?

17 Juni, 2010

Star Wars Cookies

Kapan ya cetakan kue kering Star Wars ini bisa ada di Jakarta?  Ayo, siapa yang punya saudara/teman/pacar yang tinggal di Amrik dan bersedia dititipin cetakan kue kering ini, silakan tunjuk tangan!



Cetakan kue kering Star Wars di atas dijual di Williams-Sonoma, sayangnya walaupun melayani penjualan secara online mereka tidak melayani pengiriman ke luar wilayah Amrik.  So, siapa yang mau jualan di Indo? Pasti ada yang mau beli karena banyak juga fans fanatik film George Lucas di sini.

06 April, 2010

Beberapa Resep Fondant

Buat yang ingin tahu bagaimana cara membuat fondant sendiri, ini nih beberapa resep fondant yg aku dapat dari ber Google-ria.  Semua resep ditulis apa adanya dari posting/tulisan aslinya. Aku sendiri belum pernah mencoba satu pun, selama ini fondant yang aku beli semuanya beli jadi di toko bahan kue.  Buat mereka yang mungkin di daerah/kota tempat tinggalnya susah atau malah tidak ada yang menjual fondant, apa salahnya mencoba membuat sendiri. Mungkin fondant buatan sendiri malah lebih enak cake2

PhotobucketResep Fondant #1 *


gula halus 425 gr
tepung maizena 75gr
gelatine 10gr
air 70ml
cara:
campur gelatin n air,diamkan 10 menit
rebus gelatin di atas api kecil hingga mendidih
campur maizena n gula halus,aduk rata
tambahkan gelatin,uleni hingga kalis
siap digunakan.
nah kalau pakai shortening ditambahin di adonan atau cukup dioles ke meja dan tangan aja biar g lengket?

* diambil dari Creative With Fondant (terimakasih sebelumnya)

PhotobucketResep Fondant (dan lain-lain sejenis) #2 *

Cooked Fondant Icing
Fondant ini adalah jenis yg dimasak dimana diperlukan kehati-hatian saat memasak sirup gulanya. Semakin lama diuleni, semakin putih dan lembut adonannya. Jika digunakan utk menutupi sponge cake maka akan menghasilkan permukaan yg halus spt satin. Dapat juga dibentuk menjadi dekorasi-dekorasi kecil.
60 gr mentega putih (shortening)
30 ml lemon juice
30 ml air
750 gr icing sugar (gula bubuk), ayak
Masak dgn api sedang sambil diaduk-aduk: mentega putih, lemon juice dan air.
Masak sampai mentega meleleh.
Tambahkan 250 gr gula bubuk, aduk terus sampai gula larut.
Didihkan dgn api kecil, angkat.
Tambahkan lagi gula secukupnya sedikit demi sedikit sampai membentuk pasta lembut sambil diaduk rata setiap kali penambahan gula.
Taburi meja dgn gula bubuk tipis-tipis.
Uleni adonan sampai lembut, tidak lengket ditangan dan silky.
Tambahkan lagi gula bila diperlukan.
untuk 875 gr fondant icing.

Gelatine Icing
Merupakan sugarpaste yg mudah dibuat, mudah dibentuk dan tidak lengket ditangan.
Cocok utk menutupi cake atau digunakan sbg modelling paste. Icing ini cukup keras untuk dipakai pada kue bertingkat.
15 gr gelatine bubuk
45 ml air
45 ml glukosa cair
15 ml glycerine
bbrp tetes essence vanilla atau almond, bila suka
750 gr icing sugar, ayak
Siapkan panci tim, didihkan airnya.
Gelatine dan 45 ml air ditim sampai menyatu, sambil diaduk.
Tambahkan glukosa cair dan glycerine, aduk sampai mencair dan hangat.
Angkat dari panci tim.
TAmbahkan gula bubuk ke dalam larutan gelatine sambil diaduk dgn sendok kayu.
Uleni  saat sudah mulai menyatu menjadi adonan.
Taburi meja dgn gula bubuk tipis-tipis.
Uleni icing sampai putih, lembut dan tidak retak-retak.
Simpan di kantong plastik atau bungkus dgn cling film.
Utk 875 gr pasta gelatine.

Quick Sugarpaste
Mudah dan cepat dibuat. Dapat digunakan untuk menghias segala jenis kue.
Cukup lembut dan elastis utk dipakai sbg sugar decorations.
Akan mengering cukup keras tetapi tidak cukup kuat untuk dipakai pada kue bertingkat.
1 putih telur
30 ml glukosa cair
500 gr icing sugar, ayak
Tempatkan putih telur dan glukosa cair pada mangkuk yg bersih.
Tambahkan gula dan aduk memakai sendok kayu.
Uleni dgn jari sampai terbentuk adonan.
Taburi meja dgn gula bubuk tipis-tipis.
Uleni adonan sampai lembut dan tidak retak-retak.
Bungkus dgn cling film rapat-rapat agar kedap udara.
Pada saat mengering, icing akan kencang tapi tidak keras.
Jika icing terlalu lembut dan lengket, tambahkan lagi gula bubuk sampai cukup elastis utk diolah.
Jika icing mengering dan menjadi keras, tambahkan sedikit air mendidih kemudian uleni sampai lembut dan elastis atau buang bagian yg mengering.
Untuk 625 gr icing.
Sumber: The International School of Sugarcraft, Nicholas Lodge, 1988 by Merehurst Limited.

* Diambil dari Milis Sedap (terimakasih sebelumnya).

PhotobucketResep Fondant #3 *
Rolled Fondant Recipe
1 sdm gelatine bubuk
1/4 cup air dingin
1/2 cup glucosa
1 sdm glycerin
2 sdm shortening padat
2 lbs gula pasir
2-3 tetes pewarna / perasa sesuai selera

Campur gelatin dan air dingin, biarkan sampai kental
Tim campuran gelatin sampai leleh
Tambahkan glucosa dan glycerin, aduk rata.
Masukkan shortening dan sebelum meleleh sempurna angkat dari api.
Aduk lagi sampai uapnya hilang.
Masukkan gula pasir dalam sebuah baskom.
Tuang adonan gelatin sedikit demi sedikit ke dalamnya, aduk rata dengan sendok kayu sampai tidak lengket lagi.
Masukkan pewarna/perasa, uleni sampai kalis dan licin.  Tidak lengket di tangan.
Kalau terlalu lembek tambahkan gula, tapi kalau terlalu kering teteskan air sedikit demi sedikit.
Gunakan segera atau masukkan ke dalam wadah kedap udara lalu simpan di kulkas.
Kalau mau digunakan, keluarkan dan diamkan dulu dalam suhu ruang, uleni lagi sampai lembut.

* Diambil dari Dapur Bunda Zidan&Syifa (terimakasih lagi sebelumnya)

bye bye

05 Maret, 2010

Apa jadinya bila menciptakan perlengkapan interior dengan mengambil inspirasi dari mainan dan makanan favorit masa kecil?  Hasilnya adalah perangkat interior buatan JELLIO, sebuah perusahaan dari Amerika Serikat yang membuat lampu meja berbentuk permen jeli gummibear dan lain-lain seperti foto-foto di bawah ini. 
 Meja berbentuk cupcake.
 Lampu meja berbentuk permen jelli gummibear.  Terbuat dari akrilik dan memakai batere untuk menyalakan lampunya.
 Bangku biskuit coklat lapis eskrim... Yummy!
 Mainan asah otak Rubik Cubic menjadi inspirasi untuk meja.  Persis dengan aslinya ya?

06 Januari, 2010

2010 Glasses
Apa kabar? Ga terasa sudah masuk tahun yang baru lagi. Sebelum benar-benar terlambat, Selamat Tahun Baru 2010.  Semoga apa pun yang akan terjadi di tahun ini akan menjadi yang terbaik untuk kita semua. Amiin.
Aku habis liburan lumayan lama ke Singapura.  Lumayan, mumpung ada kakak yang tinggal di sana.  Beberapa foto oleh-oleh dari sana, menjelang malam pergantian tahun.  Diambil di Orchard Road, ambil tur gratis keliling Orchard naik bis bertingkat.  Lihat jalanan dan pertokoan-pertokoan di sepanjang Orchard yang dihias lampu warna-warni.



Terus ngapain lagi sih di Singapura kalo ga shopping?  Tentu, gaya shoppingku bukan yang keluar masuk mall-mall di sepanjang Orchard.  Keluar masuk mall sih gampang, tapi ya cuma masuk terus habis itu keluar, liat-liat terus keluar lagi Cool tanpa diakhiri dengan menenteng tas-tas karton bertuliskan nama toko-toko yang ada di dalam mall-mall itu. Ga ku-ku!

Aku di sana belanjanya di China town buat cari suvenir alias oleh-oleh yang rata-rata Sing $ 10 untuk 3 barang, alias 3 for $10.  Wah kalo sudah liat tanda begini di depan toko (atau syukur-syukur lebih murah lagi), aku baru semangat deh!  Dasar! Tapi biarpun murah aku tetap berusaha cari barang yang cantik tapi berguna lohh (membela diri ni!), aku ga beli gantungan kunci.  Walaupun murah banget tapi bosen full sama gantungan kunci dari S'pore.  Hasilnya aku beli tas yang dibordir dan berbahan 'seperti  sutera' dan kipas lipat dengan gambar khas Tiongkok kuno.  Kalau dipikir-pikir kemungkinan besar barang-barang itu banyak juga dijual di Mangga Dua (nyadar sambil garuk-garuk kepala).  Okelah, it's the thought that counts.
Foto atas kiri: interior salah satu toko di China Town.  Lampionnya cantik-cantik ya? Dia juga jual kartu poker dengan gambar repro dari lukisan/gambar/iklan Tiongkok kuno. Lumayan buat nambah koleksi.

Tempat belanja favorit nomor satu adalah Bugis street.  Memang daerahnya sempit dan hampir selalu penuh sesak dengan turis, tapi banyak toko-toko kecil yang menjual barang-barang menarik dengan harga oke.  Kalau kita telusuri Bugis street itu, melewati toko-toko yang menjual jam murah dan suvenir murahan di jalan utama, masuk ke gang-gang kecil yang bercabang-cabang, ada banyak toko-toko kecil yang menjual barang-barang fashion seperti baju, topi, tas, sepatu dan aksesoris lain.  Sepertinya anak-anak muda S'pore juga biasa belanja di sana.  Jangan tanya aku apa barang-barang yang dijual di sana mengikuti mode atau ketinggalan jaman, aku bukan orang yang modis.  Tapi kalau melihat dari pembelinya yang kebanyakan juga anak-anak muda lokal...  Kalau di sini mungkin mirip ITC Mangga Dua lantai 4 dan 5 yang pusat butik.  Di Bugis Street toko-toko fashion itu juga banyak yang interiornya dihias sesuai aliran gaya barang yang dijualnya.  Maunya sih aku potret beberapa toko sebagai contoh, tapi karena pengunjung lumayan berdesak-desakkan ditambah waktu mencoba memotret satu toko, SPGnya (yang berdandan gaya romantis pake dress renda-renda, rambut hitam lurus dan hiasan kepala bunga-bunga dan pita) langsung bilang, "Can't take pictures!".
Terus cari buku dan alat crafts di daerah Bras Basah.  Banyak buku yang dijual $1 saja, malah kalau ga salah ada juga yang lebih murah kalau beli lebih dari satu.  Tapi sekilas aku liat buku-buku seharga itu adalah novel / fiksi (sepertinya buku bekas tapi kondisinya masih bagus).  Kalau aku bukan turis yang mesti mikirin gimana cara bawanya pulang balik ke Jakarta (ditambah barang-barang belanjaan lain), pasti aku juga sudah beli beberapa buku di situ.  Yang paling oke adalah toko Art & Friend yang menjual barang dan bahan untuk art & crafts.  Mau cari bahan atau alat melukis ada.  Bahan untuk membuat dan mencetak sabun, ada.  Bahan untuk membuat dan mencetak lilin, ada.  Segala macam kertas / art paper, ada.  Bahan untuk clay juga ada tapi ga terlalu lengkap (menurutku loohhh).  Aduh, berada di toko seperti itu bikin aku agak histeris! Harus menguatkan iman untuk tidak kalap belanja ngabisin duit yang cuma segitu-gitunya didompet. Beberapa jam lewat ga terasa.  Hampir semua sudut dan lorong toko itu sudah dijelajahi.  Tokonya lumayan gede (8000 square feet, berapa tuh kalau meter persegi?), tapi yang di pusatnya di Takashimaya di Orchard lebih guede lagi (10.000 square feet!).  Barang-barang dilihat, dipegang, dipikir-pikir, "Bagus nih tapi apa aku betul-betul perlu barang seperti ini?".  Kepala sibuk menghitung, berapa harganya kalau dalam Rupiah.  Hah, repot!  Sambil di dalam hati berkali-kali berkata, kenapa di Jakarta ga ada toko alat dan bahan untuk arts & crafts selengkap ini? Kenapa?!