27 Februari, 2008

Kangen

Bowi...kamu lagi ngapain ya? Masih mogok makan seperti kemarin-kemarin? Kasihan, rumah jadi kosong karena gak ada aku dan mama ya? Bowi, apa di Jakarta masih sering hujan lebat dan petir? Kamu pasti ketakutan kalau sudah dengar petir...dan sekarang kamu sendirian, pasti makin ketakutan. Kalau mikirin Bowi, pengen rasanya pulang dan bawa kamu ke sini sekarang.

15 Februari, 2008

Kue utk Bapak-Ibu Guru



Si Bapak guru sebelum 'naik' ke atas kue



Bapak dan Ibu guru di atas kue... Ibu guru yang seremmm (gak sengaja lho! Karena pembuatnya kurang ilmu saja!)



Globe si ibu guru menggelinding, pewarna makanannya luntur ke baju ibu guru.  Sepatu tidak sempat dibuatkan dari plastic icing, jadinya disemprot pakai buttercream (kesannya si ibu guru pakai sepatu dari bulu...ha ha ha!)


Kemarin, tgl 14 Februari, bikin hiasan kue utk perpisahan wali kelas keponakan. Aku yg buat hiasannya, kakakku yg buat cakenya (karena oven di rumah kebetulan lagi 'dut!').  Aku buat orang dari fondant, satu laki-laki dan yg satu perempuan (wali kelas lama laki-laki, wali kelas penggantinya perempuan). Berhubung ukuran orang dari plastic icing agak gede, aku gak bisa bikin mereka berdiri di atas cake, jadi dua-duanya dalam keadaan duduk aja. Pak Guru pake kemeja putih yg di sakunya aku buatkan 2 ballpoint, merah dan biru. Ibu Guru wali kelas...nah ini...berhubung aku mau eksperimen bikin orang dr fondant yg sedang tertawa dan kelihatan giginya, maka dibuatlah ibu guru yg tertawa lebar sampai gigi atas-bawahnya keliatan... Tapi itu cuma niat, hasilnya malah jadi seperti seringai jahat si tukang sihir
Annoyed And Disappointed  Kakakku waktu lihat bilang, ibu gurunya gak usah dipasang! Eh, tapi aku ngotot karena lama sekali bikinnya. Si Ibu guru juga aku bikin sedang membawa globe (aku lukis bentuk benua di atas bola plastic icing berwarna biru muda). Lalu ada whiteboard (kan namanya juga di dalam kelas). Melukis dengan kuas dan pewarna makanan di atas fondant ternyata ga bagus hasilnya, aku lihat di internet ada spidol khusus utk menulis di atas fondant atau permukaan makanan (kalau gak salah dari merk Wilton). I wonder if they have something like that here?

Anyway, setelah dihias dan dibawa ke sekolah keponakanku hasilnya sukses. Anak-anak ribut mengelilingi kue dan rebutan hiasan kuenya. Kata mereka rasa kuenya juga enak. Yah, namanya juga anak-anak... Aku janji akan belajar lebih giat lagi utk bikin kue yg bagus dan enak. Tapi si ibu guru dari fondant memang dicap sebagai menakutkan Teethy





14 Februari, 2008

Tas Lukis



Ini tas lukis yang lain. Bahan dari rayon (?) yang tampilannya seperti thai silk. Karena sifat bahan yang sintetis tidak bagus untuk dilukis langsung, jadi lukisnya di atas bahan katun putih biasa lalu dijahit di atas bahan tas. Handle tas dari bambu (asli, semula aku pikir juga imitasi) yang aku beli di Pasar Pagi Mangga 2 (biasa... lantai 3). Ada saku kecil di dalam tas (untuk menyimpan dompet atau handphone dll).



Ini detail lukisannya. Di bagian topi aku kasih tambahan sulam pita (bunga oranye dan bunga kuning) dari pita organdi. Ditambah beberapa manik-manik dari gelas berbentuk buah-buahan yang menggantung. Semula daun-daunnya juga mau dibuat dari sulam pita, tapi ternyata susah sekali membuat sulam pita menembus bidang lukisan. Karena lapisan cat membuat bahan menjadi lebih tebal...jadi cukup bunganya saja yang dari sulam pita (jari-jariku sudah merah-merah & cennut-cennut Happy)

12 Februari, 2008

Menjelang Valentine's Day



Ide hiasan kotak kado, diambil dari www.marthastewart.com Bunga ini dibuat dari kertas krep atau kertas tissue. Cocoknya untuk kotak kado yang mungil, isinya satu praline coklat ...
atau satu cincin berlian...Wink







Lihat ini di www.poshbetty.com. Ide monogram dari glitter atau berlian tempel di atas kotak bisa ditiru untuk kotak kado someone special di Valentine. Kotak polos sekarang banyak yang jual, antara lain di TB. Gramedia, bahkan di Ps. Mayestik juga ada (kemungkinan di tempat terakhir harganya lebih bersahabat). Tulis monogram yang diinginkan di atas tutup kotak, bisa menulis langsung kalau pe-de atau dijiplak dulu dari buku atau print out lalu dicetak di atas kotak memakai kertas karbon. Tutup seluruh permukaan monogram dgn lem (pakai lem yg di dalam botol dengan ujung runcing supaya hasilnya rapi). Taburi seluruh permukaan kotak dengan glitter (lakukan penempelan glitter di atas kertas atau loyang yang bisa menampung semua glitter yang tidak menempel pada lem. Sisa glitter yang tidak terpakai bisa dimasukkan kembali ke dalam botol).
Bisa juga memakai bling-bling (dijual di toko peralatan jahit yg lengkap spt di Psr. Pagi Mangga 2 lt.3 atau di Ps. Mayestik. Dijual dalam bungkusan plastik. Mereka sebut berlian tempel, biasanya untuk ditempel di atas kain dengan bantuan panas dari setrika). Caranya sama, pakai lem spt di atas, lalu letakkan bling-bling satu per satu di atas lem dgn bantuan pinset.

Modeling Clay Buatan Sendiri


Beberapa resep di bawah adalah untuk membuat modeling clay yang akan menjadi keras pada saat kering. Sama seperti membuat barang dari paperclay. Seperti paperclay, barang hasil homemade modeling clay ini tidak bisa tahan air. Apabila diberi vernis / glaze pada saat telah kering benar, dia akan tahan apabila terkena cipratan air atau dilap serbet yang agak basah . Asalkan jangan direndam di dalam air(seperti misalnya masuk ke dalam mesin cuci). Tentu saja sifatnya tidak sebaik polymer clay (dijual dengan merk antara lain Sculpey, Cernit, dll). Tetapi polymer clay yang semuanya import itu harganya lumayan mahal untuk kantong kita, jadi sebagai pengganti bolehlah dicoba modeling clay bikinan sendiri ini. Cocok untuk kegiatan pengisi liburan anak-anak, karena setelah kering dan dengan sedikit tambahan kreativitas barang-barang yg dihasilkan bisa menjadi aksesoris yang mungil dan unik.

Clay dari Roti Tawar

113g roti tawar (tanpa kulit)
3 sendok makan (sdm) lem putih PVAC (lem Fox)
1 sdm cat akrilik putih
1 sendok the gliserin
3 tetes air jeruk nipis

Ambil 4 iris roti putih dgn tebal medium. Lebih baik memakai roti yg sudah berumur kira-kira 2 hari, bila roti masih segar dan lunak, angin-anginkan di luar bungkusnya selama kira-kira 1 jam hingga roti menjadi agak keras (tapi jangan kering sekali). Buang semua kulitnya dan robek-robek menjadi potongan tipis. Letakkan di dalam mangkok yang terbuat dari metal atau plastik untuk mencampur (jangan pakai wadah dari kayu krn adonan akan mudah melekat dan cat akrilik di dalam adonan akan mewarnai kayunya).

Masukkan bahan-bahan lain. Untuk bahan berbentuk cairan, jangan memasukkan terlalu banyak sekaligus, lebih baik kurang daripada berlebihan.

Campur semuanya memakai sendok metal atau plastik. Bila adonan mulai kalis dan perlahan-lahan terlepas dari sisi mangkok, ambil adonan dan mulai uleni dengan kedua tangan. Segera rendam mangkok tadi di dalam air untuk membersihkan cat akrilik yang melekat. Uleni adonan hingga menjadi lebih kering dan kalis sehingga tidak lagi melekat di tangan.

Adakalanya roti mengandung air lebih banyak sehingga menghasilkan adonan clay yang lebih lengket. Jangan takut menambahkan roti tawar sedikit demi sedikit hingga mendapatkan adonan yang kalis dan dapat dibentuk.

Simpan adonan dalam kantong plastik yang tertutup rapat. Tekan keluar semua udara dari dalam kantong sebelum mengikatnya dgn karet. Letakkan kantong berisi clay di dalam kotak plastik, simpan di dalam lemari es bila tidak langsung digunakan. Ketika mau membentuk clay, keluarkan adonan secukupnya saja dari dalam kotak untuk menghindari seluruh clay mongering karena terkena udara. Bila clay menjadi keras sebelum selesai dibentuk, tambahkan beberapa tetes air sedikit demi sedikit sambil terus diuleni. Adonan clay yang baru dikeluarkan dari lemari es akan terasa agak keras dan sulit untuk dibentuk, tapi setelah diuleni selama beberapa menit clay akan kembali lunak, siap untuk dipakai.

Cat yang dicampur ke dalam adonan berguna sebagai pengawet anti jamur selain untuk pewarnaan.

Clay dari Tepung

Gunakan satu jenis takaran untuk pengukuran setiap bahan di bawah ini, misalnya 1 sendok makan atau ¼ cup, dst.
Campur tepung terigu, tepung tapioca atau kanji dan tepung beras dalam perbandingan 1:1:1
Lem putih (PVAC) / lem Fox kira-kira satu takaran
Bubuk pengawet makanan kira-kira ¾ takaran . Contoh pengawet makanan : natrium benzoat, calcium propionate. Beli di toko bahan-bahan kue)

Campur semua bahan dalam wadah plastik atau metal dengan tangan. Uleni hingga adonan kalis. Bila terlalu kering (adonan tidak bisa tercampur rata), tambahkan sedikit lem putih. Bila adonan terlalu lengket (terlalu banyak yang menempel di tangan), tambahkan setiap jenis tepung sedikit demi sedikit.
Simpan adonan clay yg sudah diuleni sama seperti cara menyimpan adonan dari roti di atas.
Tidak perlu memberi cat putih pada clay tepung karena sudah pakai pengawet makanan. Tapi bila ingin mendapatkan hasil akhir berwarna putih , berikan cat putih (adonan yang masih basah memang tampak berwarna putih, tapi bila sudah kering jadi kusam agak transparan).. Untuk pewarnaan, ikuti tips di bawah. Menurut pengalaman, pada clay tepung warna yang dihasilkan setelah kering akan sedikit lebih tua dari warna saat clay masih basah..

Clay dari Adonan Garam

200g garam halus (garam meja) atau 1 cangkir garam halus
200g tepung terigu atau 2 cangkir tepung terigu
125ml air atau ½ cangkir air

Campur garam dan tepung di dalam mangkok besar lalu tambahkan air. Uleni adonan hingga menjadi halus, tercampur rata dan elastik. Membiarkan adonan beberapa menit akan membuatnya lebih enak untuk dibentuk. Adonan yang sudah jadi dapat bertahan hingga 1 minggu bila disimpan di dalam kantong palstik yang tertutup rapat dan disimpan di suhu ruang yang dingin. Jangan simpan adonan di dalam lemari es. Apabila adonan agak keras, uleni dengan tangan yang sedikit basah. Bila adonan menjadi terlalu lunak dan lengket, tambahkan sedikit tepung ke dalamnya.

Orang biasa membakar adonan jenis ini di dalam oven untuk mendapatkan efek seperti roti bakar (bukan untuk dimakan karena tidak enak rasanya). Apabila ingin dibakar, jangan berikan warna pada clay karena proses pembakaran akan membuat warnanya berubah.

Peralatan

Kawat florist atau kawat halus untuk prakarya
Selotip untuk florist
Peralatan Modelling clay atau alat-alat di dalam set untuk manikur
Gunting kecil (model yang bisa dilipat atau ujungnya agak melengkung. Beli di toko perlengkapan menjahit)
Sedotan plastik dalam berbagai ukuran. Potong setengah bagian ujung sedotan. Buang setengah bagian atas. Gunakan setengah bagian bawah yang tersisa untuk membuat senyum pada pajangan / boneka clay.
Tusuk gigi / tusuk sate
Permukaan parutan keju, saringan dari kawat, dll bisa digunakan untuk mencetak permukaan clay. Cetakan kue kering juga bisa dipakai.untuk bentuk
Pinset.
Penggilas kue atau pipa pvc untuk menggilas adonan menjadi lembaran yang rata

Tips

Tutup seluruh permukaan kawat yang bersentuhan dengan clay memakan selotip untuk florist (bila membuat bunga dari clay) agar kawat tidak karatan
Clay cukup dikeringkan sambil diangin-anginkan. Jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung, karena warnanya akan memudar.
Gunakan lem putih PVAC (lem Fox). Gunakan lem di dalam botol dengan ujung runcing untuk merekatkan bagian-bagian yang kecil. Lem putih untuk adonan lebih murah dibeli dalam kemasan kantong plastik di toko bahan bangunan daripada di dalam kemasan pot plastik di toko buku.
Jangan biarkan clay mengering dalam keadaan terbalik karena permukaan yang menyentuh meja akan menjadi rata mengikuti bentuk permukaan meja atau tempatnya dikeringkan.
Busa gabus berguna sebagai tempat menusukkan kawat yang sudah diberikan bunga pada saat mengeringkan. Dengan demikian bentuk bunga tidak berubah.
Memakai handcream/body lotion pada tangan sebelum mengolah clay membuat clay tidak terlalu melekat pada tangan.

Mewarnai Clay

Gunakan cat air, tempera atau cat poster. Pertama-tama ambil adonan yang akan diwarnai, bentuk merata lalu berikan sedikit cat di tengah-tengah adonan. Gunakan tusuk gigi untuk mengambil cat poster (atau cat lain berbentuk cair) dari botolnya. Uleni adonan hingga cat tercampur rata. Tambahkan cat putih atau tambahkan sedikit adonan dasar apabila warna terlalu tua.
Pewarnaan bisa juga dilakukan setelah clay kering. Cat akrilik, cat air, tempera dan cat poster lebih disukai karena mengering lebih cepat, walaupun cat minyak tidak dilarang. Cat kuku / kutex juga bisa dipakai (asal jangan yang mahal)

Vernis

Gunakan vernish untuk cat akrilik, cat semprot (Pilox) bening / transparant atau cat kuku warna bening (biasanya untuk cat dasar). Pengecatan dilakukan pada pajangan yang sudah betul-betul kering dan akan menghasilkan kesan kilap seperti porselen.
Campuran air dan lem putih PVAC dengan perbandingan 1:1 juga bisa dipakai untuk vernis. Cat pajangan yang sudah kering dengan campuran ini 3 kali, tunggu hingga kering dulu sebelum mengulang pengecatan.
Vernis melindungi dari retak, khususnya pajangan berukuran besar dan memberi tambahan perlindungan dari jamur dan air.. Sapukan cairan vernis ke seluruh permukaan termasuk bagian bawah untuk mencegah meresapnya cairan.
Cat semprot (Pilox) tidak dianjurkan untuk pajangan berukuran kecil karena tidak bisa dikontrol. Pada pemberian vernis yang berlebihan dan tidak rata, saat kering akan timbul gelembung udara pada permukaan yang di vernis. Gunakan vernis dengan kuas.

Jadi deh. Di atas kertas kayaknya rumit banget, tapi kalau dipraktekkan mudah sekali. Lagipula kalau pun bikin kesalahan, tinggal buat lagi dari awal karena harga bahan-bahannya yang tidak mahal. Sekali lagi, barang-barang dari homemade clay ini tidak tahan air. Jadi jangan direndam, jangan nggak sengaja ikut tercuci bersama pakaian kotor. Kalau mau dibersihkan, cukup diserbet pakai kain lembut dan kering sekali-kali.

11 Februari, 2008

Handpainted Bag

Tas yg ini gambarnya ngikutin gaya komik Amerika (atau lukisannya Roy Lichtenstein). Yang susah buat outline, karena pakai kuas dan cat... Harus pakai kuas yang ukurannya pas (Winsor & Newton ukuran no.1, yg paling sering aku pakai). Kalau sudah begini aku mau deh ikut kursus melukis, kemana ya? Pernah iseng tanya-tanya, wih harganya mahal-mahal semua! Gak jadi deh. Jadi aku belajar sendiri and learn by doing.
Bagian bibir dikasih glitter (I just love those pouty bright red lips). Mungkin lain kali aku buat seperti ini lagi tapi ditambah word balloon jadi persis seperti komik. Nanti ya, sepertinya aku harus beli catnya lagi nih!
Bahannya selain korduroy hitam kombinasi katun merah print.

Handpainted Bag

Gambarnya aku lukis di atas kain belacu putih biasa. Bagian bibir aku kasih sedikit glitter biar lebih cihuy. Sekeliling lukisan digunting dan dijahit di atas bahan korduroy hitam untuk tas. Pas bagian ikal rambutnya agak ribet juga menjahitnya, aku gak terlalu bisa pake mesin jahit (ini sih bukan sekedar menjahit lagi, tapi sudah cenderung bordir...mestinya pakai mesin jahit khusus bordir ya? Gak punya sih...mau ke tukang bordir juga mahal!) Tapi karena penasaran jadi akhirnya boleh juga.
Sesudah lukisan dijahit, lalu diberi hiasan bunga-bunga dari aplikasi dan sulam pita (ribbon embroidery). Pitanya pita organdi biasa, karena kalau pita satin ternyata lama kelamaan warnanya bisa pudar. Di tengah-tengah bunga aplikasi (beli sudah jadi) dijahit bling-bling dari plastik (aku gak tau nama umum mereka apa?). Soal bling-bling plastik ini aku lihat dijual di toko peralatan jahit di Ps. Mayestik harganya bisa berkali-kali lipat daripada kalau kita beli di Pasar Pagi Mangga Dua lt.3. Di Mayestik dijual satuan, di Mangga Dua minimal biasanya 1 lusin. Tapi perbedaan harganya aku bilang sih keterlaluan...mungkin memang begitulah yang namanya dagang ya?
Anyway, I really like this one. She's so pretty...(ha ha ha, memuji diri sendiri nih!) Pokoknya, kalau lihat dia aku jadi gak sabar mau bikin tas lukis yang lain (as soon as I have enough money...)




09 Februari, 2008

Kue kecil warna-warni

Kue apa ya ini namanya? Aku suka makan ini dari jaman masih kecil dulu. Belinya biasanya di pasar, disimpan di dalam stoples besar-besar dari gelas. Warna-warni, lucu. Ada yang suka makan bagian gulanya saja. Ada yang suka makan bagian kuenya saja. Yang lain makan semua (seperti aku). Murah meriah.
Bagaimana kalau kue kecil ini dijadikan hiasan untuk cupcakes? Luca 'kali ya? Atau diambil bagian gulanya saja utk hiasan? Kapan-kapan aku mau coba ah...sekarang mau pergi dulu (padahal di luar hujan, dari kemarin hujan terus... Jakarta pasti banjir!) Untung rumahku tidak pernah kena banjir.

08 Februari, 2008

Cupcakes

burung biru dgn sarangnya (ini kan utk acara housewarming,
sesuai kan sarang dgn house? he he he)


secangkir kopi dan secangkir susu,
utk sarapan bunda dan anak-anaknya


wanita karir (tuan rumah) dgn mobilnya (kelihatan spt mobil gak ya?)

Cupcakes yg aku & mbak Tiwi buat utk mbak Uti's housewarming party.

Cupcakes!

Seru bikin cupcakes. Yang jelas lebih seru menghias cupcakes daripada cakes biasa (menurut aku lho). Mungkin karena ukurannya yg kecil sehingga kita juga harus ikut-ikutan bikin hiasan yg serba kecil. Mungkin karena dalam 1 resep menghasilkan minimal 1 lusin cupcakes, artinya menghias 1 lusin kue, dgn segala warna, segala hiasan, sprinkles, dll. Dan terakhir yang bikin seru adalah melihat reaksi orang terhadap cupcakes yang sudah cantik-cantik terhidang di atas meja. Especially when it's time for them to choose which cupcakes they want to eat first. Seru!

Yang penting, biar pun hiasannya rame! jangan lupa rasanya. Pakai bahan-bahan yang segar dan bagus, contoh sederhana pakai mentega (yg terbuat dari susu sapi) bukan margarin.



Rainy day

Ini Bowi lagi 'nyanyi' menyambut bunyi petir. Dia gak tau kalau hujan lagi turun lebat menyambut Tahun Baru Cina ya? It's raining men, haleluyah... do you know that song? Silly lyric but catchy. Can you imagine if it really happens, raining men? I've heard of raining frog before, or fish...