29 Maret, 2008

Koleksi Buku



Salah satu buku punyaku,  Let There Be Clothes karya Lynn Schnurnberger kalau tidak salah adalah buku pertama yang aku beli lewat Amazon.com.  Ukuran bukunya besar, tebal dan aku beli yang softcover.  Isinya tentang sejarah pakaian manusia dari jaman pra-sejarah hingga dekade 1990-an. Banyak gambarnya, walau pun tidak berwarna (kalau berwarna nanti malah gak kebeli sama aku!) dan fakta-fakta sejarah pakaian yang aneh, gak masuk akal, kadang bikin geleng kepala.



Contohnya seperti di salah satu halaman (gambar atas) , yang terjemahan bebasnya begini, "Isi sampai penuh sebuah tempat dari tanah liat dengan tikus rumah, tutup atasnya memakai tanah liat dan kubur di bawah tempat perapian.  Dikubur agak jauh ke dalam tanah sehingga api dari perapian tidak mencapainya.  Biarkan terkubur hingga satu tahun, lalu ambil apa pun yang terdapat di dalam tempat tersebut.  Manjur untuk melawan kebotakan.  Harus diwaspadai bahwa siapa pun yang mengambil harus menggunakan sarung tangan kalau tidak mau bulu bertumbuhan di ujung jarinya"

28 Maret, 2008

Ikutan milis

Hore! Berkat mampir di kreasitha.blogspot.com (makasih Dini, blognya bagus! Dini ini ibu muda yang sangat kreatif, hebat!) aku jadi tau ada milis craftmaniaa di yahoogroups. Sudah lama mau ikutan milis soal crafts seperti ini. Jadi, ceritanya nih, sesuai aturan main yang dibuat oleh ibu moderator, tadi siang aku kirim email perkenalan. Tapi gak tau apa karena aku gaptek jadi salah kirim, atau emang emailku belum masuk daftar aja,
kok sampai sore ini emailku belum termuat ya? Tapi aku sudah terima postingan para members. Well, I'll wait until tomorrow then I'll do something about it.
Dan hari ini juga I found a new comment on my blog! Makes me smiling wide like this... (thank you cheelpha! Blog kamu juga bagus and your clay creations are just too cute!). Norak ya aku? Biarin deh, seneng aja ketemu teman satu hobi.


27 Maret, 2008

Clay Tepung



Bunga 2 in 1, bisa untuk leontin kalung atau bros.



Quartet ukuran mini (tingginya kurang lebih 2 cm)



Kepala sapi, kucing dan kelinci bawa permen loli hijau-kuning.



Yang kiri bawa jeruk, yang tengah (paling ndut!) bawa loli dan yang kanan bawa botol susu!






18 Maret, 2008

Keponakanku yg kreatif



Keponakanku, Sisi, yg hari ini ulangtahun ke-10 (Selamat Ulang Tahun ya...) kemarin belajar jualan di sekolahnya. Satu kelas dibagi beberapa kelompok, masing-masing kelompok berjualan barang dalam satu stand. Barang yang dijual tidak boleh lebih mahal dari Rp 5000,- Sisi jual stiker (koleksinya sendiri, beli di Mangga 2) dan barang2 dari clay. Hari Sabtu yll dia datang ke rumahku minta diajarin membentuk clay.

Hari Sabtu aku ajari Sisi bikin pembatas buku, bros, gantungan kunci dan leontin kalung. Clay tepung sudah aku siapkan dari malam sebelumnya. Pembatas buku dibuat dari stik eskrim warna-warni yang ujungnya ditempeli clay. Aku ajari Sisi bikin kepala sapi, kepala anjing (dia suka anjing, sama seperti tantenya) dan orang. Daya tangkapnya cepat. Malahan dia bisa membuat sendiri kepala kodok dari hanya melihat buku clay punyaku. Waktu pulang aku bekali dia beberapa plastik untuk kemasan barang dagangannya. Hari Minggu dia minta sisa clay karena mau membuat lagi di rumah sendiri
.

Waktu jualan di sekolah hari Senin cuma dia yang punya dagangan barang clay buatan sendiri. Jualannya cukup sukses, dia berhasil dapat uang Rp 70.000,- Malah ada temannya yang memesan. Lucunya, Sisi menulis di karton kemasan, "bagi yang mau memesan, silakan telpon ..."
Waduh. Sepertinya aku punya keponakan yang berbakat kreatif dan jago dagang nih.

14 Maret, 2008

Seputar clay di S'pore

Waktu di S'pore aku sempat cari-cari toko art & craft yg jual polymer clay atau sejenisnya. Ketemu satu di Novena Square, tokonya kecil dan di pojok. Kalau gak salah nama tokonya Xtraordinaire. Toko ini hanya menjual clay jenis soft & light (aku lupa nama merknya) tapi yg jelas buatan Korea, sementara aku cari polymer clay. Clay jenis yg tersedia di toko ini tidak tahan air, sama saja dengan clay tepung buatan sendiri. Kelebihannya hanya beratnya yang sangat ringan, kalau sudah kering jadi seperti busa atau styrofoam. Akhirnya, aku gak beli clay (kalau gak salah di Kemang juga ada distributornya) tapi beli peralatan saja. Beli cetakan dari karet 2 (cuma 2 karena belum tahu apa bisa dipakai dengan clay tepung) dan beli modeling tool set dari plastik isi 4 hanya S$3.50. Lumayan, selama ini modeling tool hanya membajak dari manicure set, tusuk gigi dan alat apa saja yang tersedia sehari-hari. Polymer clay akhirnya tidak ketemu, sebetulnya ada tokonya di St. Patrick's Road, tapi nanti-nanti aja balik lagi. Nanti ya, kalau aku sudah lebih jago bikin macam-macam bentuk dari clay. Sekarang yang murah meriah bikin sendiri saja: clay dari tepung.