30 Agustus, 2008

Pesanan Miniatur Clay Dalam Bingkai Foto II

Cerita bersambung dari posting yll. Bingkai itu kemarin sudah diterima si pemesan di Bandung. Kaca bingkai tidak pecah (phew!). Pemesan suka sekali, lucuuu katanya. Haahh...leganyaa... terimakasih banyak ya, it was my pleasure. Tapi (kenapa semua cerita ada tapinya?) gunung dan ransel lemnya copot Open Mouth Yah, stiker TIKI tulisannya hanya 'Barang Pecah', tidak ada stiker yang tulisannya, 'Jangan dibanting, Jangan dikocok-kocok..." Maaf banget yaa... dilem lagi pakai glue gun (kalau ada), lem UHU atau power glue. In the future, gimana caranya supaya hal yang sama tidak terjadi lagi? Ini baru kirim ke Bandung! Gimana kalau mengirimnya ke Papua misalnya?


Photobucket

29 Agustus, 2008

Pesanan Miniatur Clay Dalam Bingkai Foto



Ini adalah bingkai foto dengan hiasan boneka mini dari clay tepung yang aku buat untuk pesanan (yang aku ceritakan di posting sebelumnya). Pemesannya bertamu ke blognyasita, lihat-lihat kreasi clay tepungku dan mengirim email bertanya apakah aku bisa membuatkan miniatur untuk hadiah ulangtahun temannya. Akhirnya, singkat cerita, aku membuatkan bingkai foto berhiaskan boneka mini yang aku buat (sebisanya) mirip orang yang akan menerima kado tersebut. Untuk bingkai tebalnya, aku terpaksa membeli bingkai yang sudah jadi (nggak ada waktu untuk memesan khusus dari tukang bingkai). Berhubung yang ada di toko cuma satu warna (dan satu ukuran) yaitu warna pink gonjreng (warna gue banget!). Nggak mungkin seorang cowo pendaki gunung dikasih bingkai warna pink! Terpaksa si bingkai dari toko di cat ulang di rumah. Sebelumnya diampelas dulu mengurangi cat aslinya yang feminin banget itu. Mengecatnya berkali-kali, dua kali bahkan di beberapa bagian harus sampai tiga kali. Untung banget matahari waktu itu lagi panas-panasnya, jadi cat bisa kering dalam waktu satu hari.

Karena yang akan berulangtahun adalah seorang pendaki gunung, aku buatkan boneka pendaki gunung lengkap dengan ranselnya. Ada gunungnya, yang aku warnai dengan cat air. Paling seru waktu bikin orang dan ransel. Aku berkali-kali harus mengamati foto si calon penerima kado (yang dikirim lewat email) untuk membuat boneka miniaturnya. Memang aku nggak bisa bikin muka yang mirip dengan aslinya, tapi paling tidak di detail lain aku berusaha supaya agak mirip fotonya. Seperti celana, harus warna hijau militer dan dengan saku besar di samping. Pake syal seperti di foto (untung di rumah ada sisa bahan felt tipis warna biru muda). Bajunya adalah baju hangat (namanya juga pendaki gunung, nggak mungkin mendaki gunung tinggi hanya pakai kemeja katun berlengan pendek Goofy ) yang warnanya biru. Berhubung ingin bikin yang realis, baju atasan boneka aku buat dari kain. Idealnya sih bahan kaus warna biru tua yang agak tebal, tapi di rumah adanya bahan jeans. Akhirnya bahan jeans itu saja yang aku jadikan baju atasan boneka pendaki gunung. Di bagian dadanya aku lukis motif yang ada di baju kaus yang dikenakan di dalam foto. Aku pikir, mungkin itu lambang kelompok pencinta alamnya, jadi semacam kaus seragam kelompok, so pasti punya arti penting bagi pemiliknya. Nggak mirip sama sekali antara lukisan di baju boneka dengan gambar di baju benerannya, tapi itu yang maksimal yang bisa aku buat. Salahnya, aku melukis gambar itu setelah bajunya dipakaikan ke boneka clay, bukan sebelumnya (jadi permukaan bahan bisa rata). Pakai kuas paling kecil yang aku punya, baru beli waktu ke Mangga Dua terakhir kali. Kuas merek Lyra ukuran 0. Mungkin ini ukuran paling kecil ya? (di bawah angka 0 ada angka apa? Minus satu dst?)


Eniwei, yang seru lagi waktu membuat ransel gunungnya. Harus warna biru, panjang dan ramping (ini ransel gunung, bukan ransel anak SD). Berusaha membuat ransel yang panjang, besar dan ramping...akhirnya supaya lebih ada kesan "ini ransel pendaki gunung", di atasnya aku tambahkan sleeping bag yang sudah digulung rapi. Talinya pakai tali dari waxed linen warna hitam, tadinya ransel ini mau dipakaikan di punggung boneka tapi bingkai nggak bisa ditutup (ketebalan bingkai kurang). Lagipula kalau dipakaikan di punggung boneka, ranselnya nggak kelihatan dong... Boneka pendaki ini semula pakai topi (seperti di dalam foto asli orangnya), tetapi lagi-lagi karena bingkainya kurang tebal akhirnya si topi tidak jadi dipakai. Kalau bonekanya tetap pakai topi bingkainya nggak bisa ditutup. Sayang memang, tapi apa boleh buat. Semula di dalam bingkai mau aku tambahkan akar wangi. Ceritanya sebagai tanaman rumput di puncak gunung. Tapi kalau pakai akar wangi kesannya miniatur jadi kotor... Jadi akar wangi dibatalkan. O ya, rencana awal bingkainya sehabis dicat dasar ulang mau aku lukis dengan angka usianya the birthday boy. Maunya warna-warni. Tapi setelah dipikir-pikir, nanti hasil akhirnya malahan terlalu rame! Lagipula, yang mau ulang tahun kan bukan anak kecil.

Sesudah dibungkus rapi pakai kotak dari karton dengan penanganan ekstra supaya tahan benturan, dibawalah si bingkai ini ke TIKI untuk dikirim ke Bandung. Sama orang TIKI ditanyain, kiriman ini isinya apa? Aku jawab bingkai, hati-hati ya jangan dibanting atau ditumpuk karena bisa pecah. TIKI bilang, iya nanti dikasih stiker 'Barang Pecah'....tapi...nggak bisa garansi. Lha, gimana nggak bisa garansi? Very Confused Iya, nggak bisa garansi barangnya nggak bakal pecah di jalan. Karena barang dikirim bareng barang-barang lain. Aku melirik ke tumpukan kardus gede-gede yang sudah bertumpuk di kantor agen TIKI itu. Ho oh...tandingannya kardus indomie yang isinya bisa-bisa baja beton! Nervous Sementara paket kirimanku, si bingkai berisi boneka clay hanya sepersekian besarnya dibandingkan kardus indomie. Buat apa pakai ditempelin stiker 'Barang Pecah' kalau nggak bisa kasih garansi barang pecah itu tidak akan pecah di jalan? Tapi, apa boleh buat? Akhirnya aku minta paketku dimasukkan ke dalam kardus ekstra, kirim ke Bandung express seperti yang diminta pemesan.



Bingkai masih dalam proses. Di atas bingkai, kuas baru merek Lyra yang aku ceritakan. Ujungnya memang kecil, runcing, enak untuk dipakai melukis gambar yang kecil-kecil. Nggak mahal lagi! Di atas ransel itu topi si boneka yang akhirnya nggak jadi dipakai karena kalau si boneka pakai topi bingkai jadi nggak bisa ditutup. Foto dipasang di tengah-tengah antara gunung dan boneka.

28 Agustus, 2008

Maaf ya...


Ternyata membuat tutorial atau resep cara membuat langkah demi langkah bukan hal yang gampang! Pengennya bikin tutorial yang sejelas mungkin, lengkap dengan gambar/foto step by step. Tapi masalahnya, pada saat tasnya sendiri sudah selesai dibuat, waktu sedang menulis langkah-langkah pembuatan baru sadar kalau bagian ini, bagian itu (dan banyak bagian lain) tidak ada fotonya. Padahal tasnya sendiri sudah selesai, bagian pembuatan tas yang seharusnya dipotret sudah lewat, nggak mungkin lagi memotret bagian itu kecuali membuat tas lagi yang lain dari awal. Repot! Jadi mikir, bagaimana caranya buku-buku atau blog tentang crafts yang sudah pro itu membuat resep cara pembuatan atau tutorial?

Tapi akhirnya, setelah jeda beberapa lama (lebih lama dari yang direncanakan) akhirnya selesai juga resep cara membuat tas behel. Masih banyak sekali kekurangan, karena keterangan dan foto-fotonya masih kurang banyak / kurang jelas, nggak sengaja dibuat tidak jelas, penulisnya aja yang tidak berpengalaman Blushy 2. Lagipula, pembuatan tutorial tas ini diselingi satu kejadian. Ada pembaca blog yang memesan miniatur clay untuk hadiah ulang tahun teman istimewanya...tapi cerita itu aku sambung lain kali ya. Pesanannya sekarang sudah selesai, sudah dikirim pakai TIKI, kamar kerja sudah bisa dibersihkan, peralatan prakarya sudah bisa dirapikan.

Photobucket

26 Agustus, 2008

Cara Membuat Tas Behel Bagian II

6. Balikkan badan tas sehingga bagian bagus berada di luar (dalam hal ini bagian yang ada aplikasinya). Satukan bagian furing yg tidak dibalik dari langkah 5 dengan badan tas. Gabungkan kedua bagian dengan menjahit sepanjang garis A- B di bagian tepi atas (lihat gambar)



Photobucket


7. Keluarkan bagian badan tas melalui celah di dasar tepi bawah furing. Balikkan sehingga furing masuk ke dalam tas. Rapikan tepian atas (bila memakai kain yang tebal gunakan setrika untuk merapikan tepian ini) lalu jahit sepanjang tepian atas dengan jahit som.


Photobucket

8. Dengan benang yang berlainan warna dari warna bahan tas, jahit titik A ke lubang pada engsel behel tas. Lakukan hal yang sama pada titik B dengan lubang pada engsel yang satunya lagi. Jahitan ini hanya untuk sekedar menyatukan behel dengan badan tas selama proses pembuatan.

Photobucket

9. Apabila memakai pola tas yang memiliki rimpel / kerutan, maka jahit som sepanjang bagian yang berkerut tapi tidak usah dimatikan jahitannya, potong ujungnya dengan diberi jarak kira-kira lima jari dari akhir jahitan som.

Photobucket

10. Masukkan tepian atas ke dalam celah behel. Tarik benang untuk membuat kerutan pada bagian kerut, setelah kerutan rata dan rapi selipkan juga bagian berkerut ini ke dalam celah behel. Apabila susah menyelipkan kain ke celah behel, bisa memakai bantuan ujung gunting kecil. Rapikan.

Photobucket

11. Jahit tepian atas tas dan behel menggunakan lubang yang terdapat di sepanjang behel. Jarum dan benang masuk dari bagian dalam tas, keluar di lubang pertama behel, masuk ke lubang ke-2 menembus ke bagian dalam tas, lalu jahit lagi hingga keluar ke lubang ke-3 dan begitu seterusnya hingga lubang behel terakhir. Matikan jahitan di bagian dalam tas. Lakukan hal yang sama untuk sisi tas dan behel yang lain.



Photobucket

12. Agar jahitan yang menyatukan badan tas dengan behel kuat, lakukan dengan benang rangkap 2. Ulangi lagi menjahit satu kali lagi dengan benang rangkap dua, sehingga minimal dua kali jahit. Sekarang tas sudah tampak seperti pada gambar. Hilangkan jahitan awal yang menyatukan behel dengan tas (jahitan pada langkah 8) dengan bantuan ujung gunting kecil atau alat khusus untuk membuka jahitan.

Photobucket

13. Hias sekaligus tutupi jahitan pada lubang behel dengan menjahitkan payet seperti pada gambar. Hal ini tergantung selera, bisa juga jahitan pada behel tidak ditutup payet ataupun manik-manik dan dibiarkan apa adanya.

Photobucket

14. Buat tali untuk tas dengan menggunakan rantai untuk tas (dijual di toko perlengkapan menjahit) atau dengan untaian manik-manik.


Photobucket

22 Agustus, 2008

Cara Membuat Tas Behel Bagian I

Halo, ini langkah demi langkah (step by step tutorial) cara membuat / menjahit tas memakai behel. Ini tutorial step by step pertama saya, mudah-mudahan keterangan dan foto-fotonya cukup jelas untuk dimengerti. Cara pembuatan ini aku bagi dalam dua bagian, ini yang pertama
dan bagian kedua menyambung ke posting sesudahnya (Cara Membuat Tas Behel Bagian
II).


Photobucket

1. Gunting bahan sesuai pola, masing-masing:

2 x bahan tas

2 x bahan furing (pelapis dalam tas)

2 x bahan pengeras atau fiselin berperekat


Photobucket

  1. Persatukan 1 kain fiselin dgn 1 kain tas. Sisi fiselin yang berperekat (yang memiliki lapisan mengilat) bertemu dengan sisi jelek kain. Sematkan jarum pentul agar kedua kain tidak bergerak. Lakukan hal yang sama sekali lagi, lalu setrika menggunakan suhu tinggi sehingga kain fiselin melekat pada kain tas. Setrika pada bagian fiselin saja, untuk menghindari kemungkinan merusak kain tas akibat setrikaan yang terlalu panas. Setelah itu, jadikan satu kedua kain tas yang telah tertempel fiselin, bagian baik kain saling bertemu menghadap ke dalam dan bagian yang tertempel fiselin menghadap ke luar.

Photobucket

3. Jahit sepanjang garis jahitan yang dimulai dari titik A dan diakhiri pada titik B (lihat gambar).


Photobucket

4. Masih dalam keadaan terbalik, yaitu bagian berfiselin menghadap luar. Pertemukan garis jahitan pinggiran tas dengan garis jahitan dasar tas, pasang jarum pentul. Jahit horisontal / melintang kira-kira 2 cm dari ujung (lihat gambar). Langkah ini untuk membentuk ruang pada tas.


Photobucket

  1. Jadikan satu kedua kain furing / pelapis dalam. Jahit dari titik A ke C. Jahit dari titik D ke B (lihat gambar). Khusus untuk furing antara C ke D tidak dijahit. Sama seperti no.4, pertemukan garis jahitan pinggiran furing dengan garis jahitan dasar furing. Jahit horisontal / melintang untuk membentuk ruang pada furing.

Photobucket


Sekian dulu, bersambung ke posting berikut...

have a nice weekend!

21 Agustus, 2008

Aplikasi Untuk Tas


Tas memakai behel yang sedang aku buat diberi aplikasi gambar bergaya retro girls on motorbike. The girls are in pin ups style. Bahannya sendiri ditemukan secara tidak sengaja di Pasar Cipadu, di toko yang menjual...peralatan bayi! Nggak nyangka 'kan bisa nemu bahan lucu seperti ini di toko yang di laci pajang di depan tokonya menyimpan tetek bengek keperluan bayi seperti popok, gurita, sepatu bayi, selimut bayi dll. Ceritanya waktu itu aku iseng jalan-jalan ke Cipadu, yang terkenal sebagai salah satu sentral toko kain dan sentral produsen bedcover serta seprei. Kebetulan rumahku lumayan dekat dari Cipadu (artinya dekat dalam konteks ini adalah mudah dijangkau dari rumahku dengan angkot Goofy). Nah singkat cerita, bahan yang aku jadikan aplikasi ini adalah bahan flanel, itu lho bahan yang biasa dijadikan selimut untuk bayi (flanel beda dengan felt lho...Kalau felt itu yang agak lebih tebal, biasa dijadikan bahan crafts atau prakarya). Aku potong hanya bagian gambar orangnya saja, dijahit di atas bahan untuk membuat tas dari bahan korduroy warna pink memakai mesin jahit dengan jahitan zig zag yang rapat. Nanti, supaya aplikasinya lebih 'kinclong' dijahitkan payet dan manik-manik...


Terus handle / pegangan tasnya mau pakai manik-manik plastik warna pink. Ceritanya bersambung nih, aku lagi coba bikin tutorial alias 'resep' step by step membuat tas memakai behel. Mudah-mudahan sebentar lagi bisa diupload posting tutorialnya (sekarang lagi bikin handle tas, bagian-bagian yang membutuhkan kesabaran tinggi (at least for me, phew!) seperti menjahit payet sudah selesai). C u soon...

19 Agustus, 2008

Work In Progress


Lagi bikin tas memakai behel. Maunya sih sekalian membuat cara pembuatan / tutorial step by step. Ini pertama kali nih aku mencoba buat step by step tutorial. Ini foto awalnya, waktu semuanya masih mentah dan berantakan...
Tunggu hasilnya ya, sementara aku menjahit, menjahit dan menjahit Sewing MachineSemiquaver 2CrotchetQuaver 1

18 Agustus, 2008

Satu Lagi Alamat Toko Clay

Ketemu lagi toko (kali ini toko online) yang menjual clay beserta peralatannya. Barang-barang mini juga ada. Buat mereka yang nggak mau repot-repot keluar rumah untuk beli clay dan kawan-kawannya bisa klik di http://cerracraft.multiply.com punyanya mbak Anne. Jenis clay yang ditawarkan di toko online ini banyak, ada Thai terra clay, Angel clay, Grace, Hearty, Jumping clay, Kato Polyclay, Sculpey dan Sculpey Light (delapan jenis!). Sayangnya mbak Anne nggak menulis di blognya tentang kelebihan, kekurangan dan kegunaan masing-masing jenis clay tersebut. Misalnya ditulis, jenis clay ini cocoknya untuk membuat apa. Informasi seperti ini berguna untuk mereka yang tidak pernah ikut kursus clay seperti saya (yang maunya otodidak dan coba-coba bikin sendiri di rumah Big Smile)


merk Sculpey Clay (atas) merk Hearty (bawah)


Selain bahan mentah, dijual juga barang-barang mini seperti yang aku lihat di toko di ITC Mangga Dua tempo hari. Juga alat clay seperti cetakan untuk membentuk urat daun, clay gun, liquid sculpey dll. Satu lagi, mbak Anne ini pinter banget membuat perhiasan dari manik-manik. Aku nggak bisa kasih komentar, lihat saja fotonya... Bikinnya pasti njelimet dan butuh kesabaran tinggi. Salut deh mbak!



p.s. aku minta ijin ke mbak Anne mau copy 2 foto seputar clay aja. Eh, jadinya malah copy 3! Nggak tahan, cabochon mbak Anne (foto terakhir) cantik banget...

Penguin Bergelar Sir




"Seekor penguin Raja yang diberinama Nils Olav menerima gelar kebangsawanan Sir di Kebun binatang Edinburgh, Skotlandia, Inggris. Nils Olav adalah anggota kehormatan sekaligus maskot Pasukan Pengawal Raja Norwegia sejak tahun 1972. Nils Olav, yang diadopsi oleh seorang pengawal raja Norwegia dalam kunjungan ke kebun binatang tersebut, juga memiliki gelar militer yaitu Colonel-in-chief. Penguin Nils Olav yang asli telah mati pada tahun 1980-an. Sebagai penggantinya ditunjuk seekor penguin Raja lain berusia 2 tahun. Kerajaan Norwegia menghadiahkan penguin Raja pertama pada saat pembukaan Kebun Binatang Edinburgh di tahun 1913." (dari http://news.bbc.co.uk)


lihat lambang gelar yang diikat di salah satu sayap penguin Nils Olav Penguin