27 Desember, 2008

Kukis Hias


Kukis yang menurut rencana awal : hiasan wajah orang


Yang bunga-bunga ini mungkin lebih cocok untuk tema pernikahan ya? Happy


Kraans (gimana nulisnya?) Natal



Lama gak isi blog. Karena males, bosen, ga tau mau tulis apa, ditambah beberapa hari belakangan komputerku ngadat. Kegiatan terakhir yang layak masuk blog adalah: Kukis hias yang aku buat untuk bingkisan Natal kepada saudara. Membuat adonan kukisnya sudah dari dua hari sebelumnya, disimpan di lemari es di dalam mangkok yang ditutup aluminium foil. Beberapa hiasannya sudah juga dibuat jauh hari sebelumnya, berupa wajah-wajah orang dari fondant. Awalnya ingin membuat hiasan kukis yang berbentuk muka orang, kira-kira untuk menggambarkan wajah anggota keluarga yang akan menerima bingkisan kukis ini. Tapi akhirnya, kukis yang beneran memakai hiasan seperti itu hanya beberapa. Selebihnya kreasi bebas, bentuk apa pun yang kira-kira masih berada di dalam tema Natal. Tanggal 24 Desember itu aku kerja seharian penuh, dimulai dari selesai shalat subuh terus sampai jam setengah duabelas malam. Membuat kukis 2 resep, mencetak, menghias (bagian ini aku dibantu kakakku) dan akhirnya membungkus kukis satu per satu di dalam kantong plastik. Sebetulnya, kerja itu juga ditambah pekerjaan rumah tangga, maklum di rumah sedang tidak ada yang bantu-bantu. Malam itu, sambil kedua tangan sibuk membungkus kukis, aku jadi mikir, "Wah, aku sibuk bikin kukis untuk bingkisan Natal. Sementara Lebaran kemarin aja aku gak bikin kue sama sekali! Happy "
Hasilnya begadang selain kukis dengan hiasan fondant seperti di foto-foto ini, aku juga dapat bonus batuk dan pilek Sickened.