29 Oktober, 2008

Payung Unik


Sedia payung sebelum hujan. Kalau melihat cuaca Jakarta yang akhir-akhir ini sering diguyur hujan, memang pepatah itu sudah semestinya dituruti. Apalagi kalau payungnya lucu-lucu seperti ini. Payung bukan sekedar kebutuhan tapi jadi barang koleksi. Ada 6 model payung, pegangan payung berbentuk kaki sementara ujung payung berbentuk kepala boneka. Ada payung-boneka bentuk Buddha (ada-ada aja idenya!) Website aslinya klik di sini.

27 Oktober, 2008

Kawaii

Pada suatu hari ada orang iseng meng-Google miniatur. Salah satu hasilnya adalah Re-Ment Miniatures. Suatu perusahaan dari Jepang yang membuat barang-barang miniatur dari plastik yang lucu-lucu, seperti ini (klik kiri pada foto kalau mau lihat ukuran besarnya):



Jadi mereka mengemas miniatur dalam beberapa tema / seri. Nah, dalam satu tema terdiri dari beberapa set / kotak. Seperti seri Kawaii Kitchen di bawah ini terdiri dari 10 set yang dijual terpisah, antara lain:


Ice cream anyone? Ada waffel. Hmmm...gelas ice cream nya bagus!


Perlengkapan dapur lain, bahkan ada sendok ukur untuk memasak dan oven mitt


Nah, yang ini seri Petit Mode Collection. Jadi bukan hanya miniatur barang-barang dari plastik tapi ada juga miniatur baju (ada beberapa seri lho!). Lihat t-shirt merah di atas, ada gambar kelincinya! Seri yang ini terdiri dari 8 set, contohnya di bawah.


Set baju pantai, hoodie itu ada kancing tariknya juga lho! Seberapa kecil ya ukurannya?


Yukata, kimono musim panas dalam motif polkadot. Lihat obinya, pakai renda juga!

Waduhh... kalau aku seorang kapiten, eh salah! Kalau aku kaya raya, pergi ke Jepang, salah satu yang aku borong pasti barang-barang Re-ment ini! Apa ada yang tahu, di sini sudah ada yang jual ngga? Kalau di Amrik sana (mungkin di Jepangnya juga), sepertinya si Re-ment ini dijual di supermarket lho! Bayangin, sambil belanja, terus on the way ke kasir beli permen & coklat dan beli miniatur. Coba bayangkan, kalau beli miniatur Re-ment yang kawaii ini, kita tinggal bikin boneka dan pelengkap lainnya dari clay... tinggal bikin rumah bonekanya atau bikin miniatur yang dibingkai. Tapi, aku ngga tahu ukuran miniatur ini skala berapa, sepertinya di websitenya juga ngga ditulis (well, I was already drooling over the pictures, jadi ngga baca detailnya)

Silakan klik link ini kalau mau lihat-lihat:

Re-ment International (website Amerika nya, berhubung aku ngga bisa bhs. Jepang, hiks Not Sure )

p.s.: Ini tambahan, ternyata si Re-ment itu sudah ada yang jual di Jakarta, Bandung dan Medan. Harganya bervariasi. Ini berkat informasi dari anggota milis crafts (thank you ladies). Emang susah jadi orang kuper!

20 Oktober, 2008

The Ghost Under My Table



Welcoming Halloween

Let me introduce you to the ghost who lives under my dining table (and all around the house).
He is hairy, smelly (well, most of the time) and noisy, but he's also cute and adorable Dog 8

Halloween

17 Oktober, 2008

Alamat Toko Bahan & Peralatan Kue

Alamat dan nomor telpon beberapa toko bahan dan peralatan kue di daerah Jakarta Selatan, Serpong, Bintaro dan sekitarnya (ini daerah jajahanku, he he he...) Barangkali berguna, siapa tahu ada yang mau bikin kue atau kukis week end ini?

Toko Merry

Pasar Mayestik Lt.1 Blok I B18

Telepon : (021) 724 4718 - 722 1785

Toko Titan

Jl. RS Fatmawati 22A, Cilandak Barat, Jakarta Selatan

Telepon : (021) 769 2329

Toko Wilton – Blok A, Fatmawati

R.S. Fatmawati No. 8 Blok A, Jakarta Selatan

Telepon : (021) 720 0239 - 724 6858

Toko Lowids

Ruko Bintaro Jaya Sektor 9 Blok C No.5 - Bintaro Jaya

Telepon : (021) 745 1918 - 745 2248

Toko Jojo (Bintaro Makmur)

Ruko Graha Matercela, Jl. Bintaro Utama Sektor IIIA No. E 87, Bintaro Jaya,

(Depan Bintaro Plaza)

Telp. : 021-73880820

Toko Tania

Melati Mas Square (Samping Giant Melati Mas) Serpong

Telepon : (021) 538 4860

Toko Puspita Bogasari

Ruko Pasar Modern Blok R85-86 Sektor 1.2 BSD - Serpong Tangerang

Telepon : (021) 531 58366

Meet the Bride and the Groom

Aku suka anjing. Dari kecil, eh dari aku belum lahir, orangtuaku selalu memelihara anjing. Memang pernah juga ada ayam (banyak, ini favorit almarhum Bapak), pernah ada bebek (yg menetas dari salah satu telur bebek yang dibawa pembantu kami dari kampungnya), pernah ada kura-kura, pernah ada marmut, pernah ada kelinci, pernah ada kucing, pernah ada ikan, pernah ada burung berbagai macam dan pernah juga pelihara musang (hanya sebentar, bagaimanapun musang bukan binatang peliharaan. Lebih baik bagi binatang liar untuk tetap liar di alam bebas daripada terus menerus dipenjara di dalam kandang).

Eniwei... yang paling aku suka adalah anjing. Nah, waktu ada orang yang minta dibuatkan anjing dari clay, aku langsung mengiyakan. Tapi, orang ini minta dibuatkan anjing memakai baju pengantin dan monyet yang pakai jas. What?! Shock 3 Anjing sih oke, tapi anjing pake baju pengantin...weleh-weleh Huh? . Terus bikin monyet dari clay, aku belum pernah bikin monyet... Buat aku susah bikin monyet. Tapi apa salahnya dicoba dulu? So, setelah mencoba berkali-kali, bikin sketsanya terlebih dulu, tarik napas panjang, bertapa 7 hari 7 malam (berlebihan banget!) ... Hasilnya ini:



Paling susah bikin muka monyet. Bagian apa dari muka monyet yang bikin monyet seperti monyet (ribet kan nulisnya?) dan bukan seperti beruang, kucing atau anjing? Setelah membuat monyet pake jas ini, aku tunjuk-tunjukkin ke orang-orang dan aku tanya mereka, "Binatang apa ini?" Alhamdulillah mereka menjawab monyet. Jadi, mudah-mudahan tujuanku membuat monyet sudah berhasil (he he he).

Soal the doggie bride...nah ini lain cerita. Bikin anjing dari clay oke, aku suka deh dan sudah beberapa kali bikin. Tapi anjing yang pake baju pengantin bagaimana ceritanya ya? Aku ambil kesimpulan sendiri, baju pengantin di sini artinya pasti baju pengantin a la Barat, alias a white wedding gown. Pasti (dan mudah-mudahan) bukan baju pengantin adat tradisional mana gitu dari Indonesia (kalau gitu mah lebih ribet lagee...) Nah, di dalam pikiranku baju pengantin Barat itu biasanya pake semacam cadar atau veil. Dan pasti membawa bunga. Dan hampir selalu warna gaunnya putih. Jadi aku buat doggie bride seperti di atas, pakai tiara dengan 'berlian', pakai veil dari bahan tulle putih (kebetulan ada sisa kelambu, yes balik pake kelambu lagi seperti jaman nenek-nenek jaman dahulu kala, setelah kena DBD), membawa bunga dan bajunya gaun putih dengan hiasan 'berlian'. Hasilnya aku jadi suka sekali... Kalau orang yang memesan nggak jadi ambil, ga apa-apa, buat koleksiku aja. Beneran deh. Lucu banget sih! Dan membuat detailnya lumayan ribet dan lama. Sayang juga kalau dikasih ke orang Thinking

13 Oktober, 2008

I just finished this



Bapaknya seperti malu-malu gitu... Ibunya, aku salah bikin di bagian lehernya, nanti dibenerin deh! Dan lupa belum bikin sepatu si Mommy.

Baru selesai bikin a couple with a baby (pesanan orang).

Belum tentu jadi dipesan, habis buat sample aku suka sama bayinya Teddy , besarnya kira-kira seujung ibu jari (jadi dapat ide untuk bikin yg lain pakai bayi juga) I've Got It



teeny tiny baby

08 Oktober, 2008




Film Laskar Pelangi?


B A G U S

Antri Karcis "Laskar Pelangi"

Susahnya mau nonton "Laskar Pelangi". Beli karcisnya aja harus pake perjuangan '45. Aku nebeng kakakku yg dengan hari ini sudah antri beli karcis film ini yang ke-3 kalinya. Usaha yang ke-2 (kemarin) gagal karena nggak tahan bau badan orang di depannya waktu antri di depan loket (which gives me an idea , jangan mandi dan jangan pake deodorant kalau mau antri, siapa tau bau badan yang dihasilkan bikin persaingan berkurang. Enam orang memundurkan diri, lima orang lainnya pingsan!). Faint
Sampai di depan pintu Theater 21 sekitar jam 10.30, orang-orang sudah mulai ngumpul di depan pintu kaca yg masih ditutup. Tulisan di pintu: "Buka jam 11.30". Kakakku mulai ikutan menunggu di situ, berdiri dengan manisnya. Aku duduk di tangga, ga jauh dari pintu masuk 21. Dan orang-orang yang datang untuk antri beli tiket semakin lama semakin banyak. Eskalator di depan 21 nggak berhenti membawa tambahan orang dari lantai bawah, lagi, lagi dan lagi... Kerumunan orang di depan pintu masuk Theater 21 makin banyak sampai akhirnya berdesak-desakkan dan berhimpitan. Aku tengok kakakku, masih berdiri di tempatnya semula, sudah buka kipasnya karena kegerahan di Plaza yang ber-ac dan mukanya sudah tidak manis lagi. Aku bilang, "Ayo pulang aja. Kita coba lain kali lagi". Tapi kakakku tetap mau coba, karena anak-anaknya ingin sekali nonton film itu. Anaknya yang sulung, cowok, lagi on the way jadi biar dia yang nanti gantian antri beli tiketnya. Oh, oke deh... Jadi aku, si peserta penggembira, pergi lagi ke pojok tangga tempat singgasana. Bukannya ikutan antri, atau gantian antri... I just thought, we can try another day when it's not that crowded anymore. Aku paling nggak suka berdesak-desakkan. Apalagi kalau nggak tertib, orang saling selak dan pakai hukum rimba. Nggak deh, kalau bukan untuk kebutuhan primer seperti antri beras atau antri minyak tanah, mendingan mengalah dan keluar dari desakkan orang-orang, monggo ibu-bapak... silakan saling sikut dan saling pelotot sesuka hati, saya nggak mau ikutan. Saya mah pencinta damai, beneran deh! Peace man... Hippie
Waktu akhirnya pintu Theater 21 itu dibuka, orang-orang langsung mendesak masuk. Sprint ke depan loket karcis dan harus antri lagi untuk beli. Tunggu lagi... at last my sister emerged victoriously from the dark room of the Theater. Mukanya kembali manis, walaupun rambutnya sudah agak berantakan dan gerakan tangannya mengipasi diri semakin cepat. Di dalam tadi keadaannya sumpek sekali, sirkulasi udara kurang baik karena isinya orang melulu (iya lah, masak isinya sapi?). Hasilnya mengantri dan berdesak-desakkan selama kurang lebih satu jam, "Dapat tiket yang jam 19.30!" Horee!!! Jump For Joy

p.s.: Siapa bilang orang Indonesia nggak suka nonton film buatan negeri sendiri?

04 Oktober, 2008

Cara Membuat Boneka Clay Tepung

Hallo. Kembali setelah sibuk Hari Raya Lebaran, silaturahmi dan jalan-jalan bareng keluarga besar. Sekarang, mulai lagi main-main dengan hobby. Sekalian sambil istirahat setelah bersih-bersih rumah yang sedang ditinggal pembantu (hiks..hiks ). Ini cara Sita membuat boneka dari clay tepung. Untuk resep clay tepungnya sendiri, bisa dilihat di halaman ini dan pilih "Clay dari Tepung". Cara dan resep bukan hal baru karena didapat dari buku-buku tentang clay yang ditulis oleh Monica H. Hariboentoro dan Indira. Tips-tips tambahan seperti memakai campuran tepung untuk clay yang terlalu lengket, pakai body lotion untuk clay yang terlalu keras didapat setelah sering 'main-main' dengan clay tepung.

Peralatan lain: lem putih, lidi atau tusuk gigi, selembar plastik untuk alas kerja, cat warna kulit dan warna lain untuk baju, sepatu dan rambut.



Lapisi permukaan meja tempat kita bekerja dengan selembar plastik. Gunanya supaya clay tepung tidak menempel pada permukaan meja dan mempermudah pekerjaan kita membuat boneka atau bentuk-bentuk lain. Apabila dirasa perlu, taburkan sedikit resep kering adonan clay (3 jenis tepung dan benzoat) di atas plastik agar adonan clay tidak mudah menempel.




Pertama-tama, kita bikin badan boneka dulu. Ambil clay, bentuk seperti gambar di atas. Apabila boneka yang mau dibuat berukuran di atas 3 cm dari kaki ke kepala, maka dibutuhkan semacam rangka / penyangga untuk kepala, kedua kaki dan bila diperlukan juga penyangga untuk kedua tangan. Boneka yang mau aku buat ini ukurannya dari ujung kepala ke ujung kaki 8,5 cm jadi aku pakai lidi untuk rangka penyangga. Selain lidi, tusuk gigi atau kawat juga bisa dipakai.



Tusukkan satu batang lidi ke ujung runcing badan boneka(gambar di atas), tusukkan hingga kira-kira 1/3 atau 1/2 ke dalam badan boneka. Jemur atau angin-anginkan beberapa lama hingga bagian badan boneka ini cukup kering.


Beri sedikit lem putih untuk menempelkan kepala ke badan (gambar kiri atas). Pakai tusuk gigi atau lidi untuk membubuhkan lem secara rapi. Ambil clay untuk kepala, bentuk bundar lalu tusukkan ke badan boneka (lihat gambar). Apabila memakai cetakan dari sedotan untuk mulut, lakukan sekarang pada saat adonan bagian kepala masih basah. Lakukan hal yang sama untuk bagian mata apabila memakai manik-manik sebagai matanya. Pada boneka ini mata dan mulutnya digambar pakai spidol permanen / permanent marker, jadi bagian itu dilakukan nanti pada saat kepala bonekanya sudah benar-benar kering. Ambil sedikit clay untuk hidung. Bentuk bundar. Beri setitik lem putih memakai bantuan tusuk gigi di wajah boneka dimana hidung akan dilekatkan. Lekatkan hidung boneka, buat lubang hidungnya memakai ujung tusuk gigi. Ambil sebagian kecil clay untuk telinga, bentuk bundar. Lekatkan di kepala dengan setitik lem putih, tekan sisi telinga yang melekat pada kepala. Menekannyai bisa pakai bantuan ujung lidi atau tusuk gigi dibagian tumpulnya. Atau memakai alat khusus clay. Setelah itu diamkan boneka mendatar di atas meja selama pengeringan.


Buat dua pipa dengan panjang dan ketebalan yang sama untuk kaki boneka. Tusukkan pada lidi untuk kaki (gambar atas). Usahakan supaya lidi tetap berada di tengah-tengah bagian kaki. Tusukkan sepasang lidi pendek di kedua ujung kaki (spt gambar atas). Biarkan hingga seluruh bagian ini (kepala, badan dan kaki) hingga benar-benar kering.


Sementara itu ambil adonan clay untuk sepatu. Bagi menjadi dua bola berukuran sama. Letakkan di atas permukaan yang rata sambil membentuk satu ujungnya sehingga menjadi seperti gambar atas kanan. Tekan bagian yang lebih kecil dengan ujung kelingking sehingga permukaannya menjadi lebih rendah dari bagian sepatu yang lebih besar. Tusukkan ujung kuas atau lidi tebal ke dalam sepatu boneka. Bagian ini nantinya akan dilekatkan pada lidi yang menempel di kaki bagian bawah.


Biarkan sebentar di atas permukaan yang rata hingga sepasang sepatu boneka ini menjadi cukup kering (rupanya mirip sepatu Mickey Mouse ya?).

Setelah sepatu terpasang, boneka clay akan tampak seperti di atas. Usahakan untuk mengeringkan boneka dalam keadaan berdiri (tapi bagian ini agak sedikit untung-untungan ... Kadang-kadang bonekaku bisa berdiri tegak tapi kadang-kadang nggak sukses dan terpaksa harus ditambahkan standar dari clay kalau mau bonekanya bisa berdiri).


Buat rok dengan menggiling clay (di sini aku pakai botol gelas bekas sirup) membentuk persegi panjang. Potong pinggir-pinggirnya dengan pisau sehingga bentuk persegi panjangnya rapi. Beri lem di tengah-tengah badan boneka bagian depan. Tempel bagian tengah rok di sini, lalu tempel sepanjang sisi atas rok ke badan boneka sampai kedua ujung rok bertemu di badan bagian belakang. Clay bisa sedikit ditarik-tarik kalau panjang roknya kurang. Biarkan kering seperti gambar di atas.

Bentuk lengan seperti gambar kiri atas. Membentuk jari-jari dengan bantuan ujung pisau yang tajam dan lancip. Buat lengan bajunya. Tempelkan lengan memakai lem putih ke bahu boneka.


Sekarang boneka clay tepung menjadi seperti di atas. Bagian yang diberi lem pada lengan adalah di pangkal dan diantara kedua tangan. Sebatang sedotan plastik yang sudah dibedakkin sedikit tepung disisipkan di lengan kiri boneka karena nantinya boneka ini akan memegang sesuatu di bagian tersebut.

Pasang rambut dan keringkan. Untuk boneka sebesar ini (8,5 cm) dibutuhkan waktu yang lama untuk mengeringkan. Waktu pengeringan juga dipengaruhi keadaan cuaca. Boneka ini makan waktu hampir 3 hari untuk benar-benar kering (dan cuacanya sekarang sedang panas bangets! Kalau cuaca mendung mungkin butuh waktu lebih lama...So, sabar aja ya ).

Gambar mata dan mulutnya memakai pensil terlebih dulu lalu kalau sudah puas baru pakai spidol permanen. Boneka ini tidak di vernis (dibuat mengilat). Warnai sepatunya memakai cat air, cat poster atau cat akrilik.




Si Kriwil sudah siap jalan-jalan mau silaturahmi Lebaran.


p.s: boneka ini akhirnya diberi tambahan standar dari clay karena nggak bisa berdiri tegak sendiri. Ditempel tetap dengan lem putih. Pada standar ditempelkan juga 2 bunga yang sudah dibuat sebelumnya.