31 Juli, 2008

Not Your Average High Heels



Lihat ini di koleksi Cruise dari rumah mode Dior 2008. Suka dengan warna, bentuk hak tingginya yang unik banget, ke 'gilaan' kreatifitasnya. Tapi yang bisa pakai stiletto heels seperti ini untuk waktu yg cukup lama pasti punya bakat jadi pemain akrobat! Bukan hanya hak yang super tinggi dan super lancip alias stiletto, sepatu yang kanan warna shocking pink itu hak bagian depan berbentuk bola-bola!

28 Juli, 2008

Wajah Baru BlognyaSita

Lagi suka ngutak-atik html untuk mengganti layout blog. Totally a newbie. Deretan huruf yg semula nggak ada artinya sama sekali buat aku, setelah berjam-jam coba sana-sini, baca tutorial macam-macam di internet, akhirnya ada juga yang bisa aku mengerti (dan bisa diganti). Hasilnya, ganti gambar background jadi permen & lollipops (sudah dimodif dr aslinya, dibuat sedikit dof), klik dan ketik sana-sini, bolak-balik copy and paste supaya ada gambar bintang pelangi di setiap judul posting. Seneng juga main-main beginian. Lagipula aku sudah bosan dengan tampilan blog lama yang serba pink. Jadi sekarang ganti jadi seperti ini tampilan blognyasita. Blog aku jadi lebih warna-warni. Mudah-mudahan komposisi warna dll nggak bikin pusing mereka yang baca.
About crafts, lagi males ber prakarya, alias ber-kriya ria (hiya...lucu juga kata-katanya!) jadi untuk mengisi waktu aku main-main html dan gonta-ganti template. Kepala sudah mulai cennat-cennut ni, sudah waktunya break dulu.

20 Juli, 2008

Cara Memasang Behel / Bingkai Tas dari Metal



Ini tas polkadot dari bahan satin. Warnanya yang gonjreng disesuaikan dengan warna manik-manik akrilik yang aku pakai untuk rantai tas dan penghias pada behel atau bingkainya. Tas ini memakai behel atau frame atau bingkai untuk tas dari metal. Bingung ya, namanya kok banyak sekali? Kalau mau beli di toko perlengkapan membuat tas, sebut aja behel untuk tas.
Berikut ini sedikit 'resep' pribadi untuk membuat tas memakai behel / bingkai dari metal.



Behel / bingkai tas dengan lubang untuk memasukkan benang jahitan

Behel atau bingkai tas dari metal seperti ini ada beberapa macam. Yang dijadikan tas polkadot di atas memiliki lubang-lubang disepanjang bingkainya. Untuk model behel / bingkai tas seperti ini, aku menjahit badan tas ke lubang-lubang pada bingkai metal tersebut. Supaya jahitan kuat, minimal aku menjahitnya dua kali. Minimal lho...biasanya lebih dari itu. Jahitan pertama dengan benang 2 atau 4 lapis. Lubangnya cukup besar-besar, jadi beberapa lapis benang dengan jarum yang cukup gendut juga bisa masuk. Jahitan tersebut kemudian ditutup dengan manik-manik kecil atau mote beras atau payet atau gabungan keduanya. Manik-manik dijahitkan terakhir kali pastinya.

Behel / bingkai tas tanpa lubang



Tang khusus untuk menjepit behel tas


Ada lagi behel yang tidak punya lubang-lubang sama sekali. Lihat gambar di atas. Cara memasang behel jenis ini adalah dengan bantuan tang. Ada tang khusus (lihat gambar) untuk menjepit behel tas. Aku pernah baca di sebuah buku, cara memasangnya adalah dengan merekatkan badan tas ke behel memakai lem khusus. Aku nggak pernah pakai cara tersebut, karena nggak tahu lem jenis apa yang bisa dipakai (itu buku import, dan buku itu tidak menyebutkan nama atau jenis lem apa yang dipakai). Jadi, aku memasang behel jenis ini dengan menjepit pakai tang khusus yang bentuknya seperti di foto. Untuk menjepit behel butuh tenaga kuli Strong Jadi kalau tidak punya tenaga kuli, ya minta tolonglah kepada kuli pribadi (kakak cowo, suami, pacar dll) atau kuli beneran yang ada di sekitar anda.

18 Juli, 2008

The Talented Clay People

Haa...sesudah buat posting kena demam blogging, eh aku malah absen lama. Malu deh!
Lihat-lihat clay tepung buatan orang lain di internet malah bikin aku tambah minder, berani-beraninya nampilin clay tepung bikinan sendiri yg nggak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Tapi, karena dasarnya berbagi hobby, jadi dimaklumi aja ya kalau clay tepung buatanku standar-standar aja (bisa aja cari alasan). Namanya juga dalam taraf belajar. Mudah-mudahan sambil menularkan hobby berkarya dengan clay tepung, kita bisa sama-sama belajar. Iya kan? Iya iya Big Smile

Salah satu hobbyist clay tepung yang aku suka namanya Natalia. Lihat kreasinya di www.nuthz71.blogspot.com atau di www.nuthz.multiply.com Miniaturnya kereennn... Aku paling suka yang ini di bawah. Gimana bikin kursi kayu mini seperti ini ya? Natalia jago banget bikin miniatur cake (sementara aku beberapa kali coba, kok jadinya cake gosong yah?) O iya, nuthz pernah bertamu di blog aku, ninggalin pesan di kotak shoutmix. Tapi waktu itu aku nggak bisa akses blognya dgn hanya klik namanya, jadi waktu itu aku belum mampir di blognya nuthz.



Satu lagi yang punya kreasi clay (nggak tau jenis clay apa) adalah Ardanang yg punya showroom di www.pojokcilik.multiply.com Hampir sama seperti Natalia, Ardanang bermain di miniatur makanan. Miniatur sate solo buatannya bener-bener persis aslinya. Lihat satenya jadi lapar beneran. OMG Botol kecapnya imut banget! Gimana bikinnya ya?



Mmm... lihat hasil karya mereka, aku jadi harus bertapa dulu selama 40 hari 40 malam, jauh dari keramaian untuk mengasah ilmu lebih tajam lagi. Dan sesudah selesai bertapa, bikin... eng ing eng: kalung gaya dangdut dari clay tepung! (percuma, ilmunya mentok sampai sini aja!) Making A Wish

03 Juli, 2008

HATI-HATI BAHAYA!




Hallo! Ini aku baca di Craftzine.com.  Yg suka kriya / crafts pasti banyak yg punya salah satu glue gun seperti ini di rumah ya?  Mungkin hampir 100% buatan Cina, krn murah dan tersedia di mana-mana.  Di Amrik glue gun ini dianggap berbahaya karena mudah korslet sehingga dapat menimbulkan kebakaran.  Yah, just for your information, readers.  Kita-kita di Indonesia sini memang tidak ada perlindungan sebegitu ketatnya terhadap konsumen.  Nggak bakalan ada anjuran untuk tidak menggunakan alat lem tembak seperti ini dalam waktu dekat.  Apalagi tindakan penarikan barang dari pasaran.  Apalagi garansi adanya pengembalian uang atas barang yang sudah dibeli seperti yang disediakan di Amrik ini... Kasiannn deh kita-kita. Untuk yang membaca, ayo deh saling mengingatkan di antara pemakai alat lem tembak ini.
Mungkin jadi orang Indonesia memang harus lebih tebal kulitnya, lebih sakti, lebih tegar, lebih pintar, lebih sabar, lebih tabah, lebih... Yah sudahlah!

Jadi, hati-hati aja kalau sedang pakai lem tembak.  Jauhkan dari barang-barang yang mudah terbakar.  Jangan ditinggalkan dalam keadaan menyala apabila tidak sedang dipakai.  Jangan digunakan oleh anak-anak kecil.  Lemnya panas sekali, apalagi kalau terkena ujung 'tembakannya'... Percaya deh, aku berapa kali kena lem panas maupun kesenggol ujungnya. Lumayan, melepuh dan nyut-nyuut beberapa hari kalau tidak langsung diurus / diobati.  Dan soal lem tembak korslet pada saat sedang dipakai...itu juga sudah pernah dua atau tiga kali, kalau tidak salah ingat.  Seru!  Pernah pakai ada letupan kecil segala!  Karena aku orang Indonesia, aku cuma komentar "Weehh...ada petasannya!" Terus kabelnya dicabut dan alatnya dibuang ke tong sampah.  Dan terusin kerja sambil mikir, "Untung nggak kenapa-kenapa".  Coba kalau aku orang Amerika atau negara maju lain. Mungkin aku bungkus barangnya dan dibawa ke toko yang menjual, complaint dan minta pertanggungjawaban atau minta diganti dengan yang baru dan yang lebih aman dipakai.  Tapi, karena aku bukan orang Amerika, nggak ada tempat untuk melapor atau minta pertanggungjawaban. Terima saja dan bersyukur korslet itu tidak menimbulkan bahaya yang lebih besar.  Begitu deh.!


Dollar Tree recalls 470,000 China-made glue guns

Tue Jun 24, 8:55 AM ET

WASHINGTON (Reuters) - Dollar Tree Inc recalled about 470,000 Chinese-made hot glue guns because they are a fire hazard, the U.S. Consumer Product Safety Commission said on Tuesday.

Dollar Tree said it was aware of four incidents in which the recalled Crafters Square Hot Melt Mini Glue Guns short-circuited, causing the craft gun to smoke. No injuries have been reported.

The recalled glue guns were sold from December 2007 through March 2008 for about $1 each, the safety agency said in a statement. Customers should stop using the recalled glue guns and return them to the store where purchased for a refund.