09 Juni, 2008


Buat Fun dan lain-lain, clay tepung yang ada di sini nggak bisa dimakan. Karena di dalamnya ada lem putih atau lem PVA dan pengawet makanan bubuk dalam jumlah di atas normal (supaya tidak bulukan atau jamuran). Kalau hiasan-hiasan di atas cupcake atau kue yang aku bikin itu terbuat dari fondant, aman untuk dikonsumsi.

Clay tepung ini bahan dasarnya kita buat sendiri, resepnya lihat saja di posting yang punya label modeling clay buatan sendiri. Kalau mau baca beberapa tips clay tepung, seperti clay terlalu lengket atau terlalu keras, ada juga di posting dengan label sama. Mungkin ini juga salah satu alasan kenapa aku jatuh hati dengan clay tepung. Bahan-bahannya sederhana, gampang dicari. Untuk beli tiga jenis tepung yang diperlukan aku tinggal jalan sebentar ke supermarket, atau belinya barengan waktu lagi belanja kebutuhan sehari-hari. Beli lem putih bisa di toko buku, di toko material atau di supermarket juga ada. Bahan clay tepung yang mungkin bisa dibilang agak susah dicari hanya pengawet makanan bubuk. Kadang-kadang hanya tersedia di toko kimia yang jumlahnya nggak begitu banyak. Tapi pengawet makanan ini juga dijual di toko khusus bahan-bahan membuat kue dan roti seperti toko-toko Bogasari. Kadang-kadang juga tersedia di supermarket, karena perusahaan Koepoe-koepoe (yang menjual pewarna makanan, baking powder, baking soda dan lain-lain) juga menjual pengawet makanan (kalau nggak salah pengawetnya jenis Borax).

Selain clay tepung, untuk membuat barang-barang seperti buatanku atau yang jauh lebih bagus lagi, ada modeling clay yang lain seperti paperclay, polymer clay (merk Fimo atau Sculpey sebagai contohnya saja), jumping clay, resin clay dan masih banyak yang lain. Oh ya, jangan lupa modeling clay yang biasa kita sebut lilin, mainan anak-anak dari jaman baheula sampai sekarang (sekarang nama kerennya play doh...bener gak nulisnya?). Tapi hasil dari clay lilin ini gak bisa mengeras, jadi nggak bisa buat pajangan atau yang lainnya.

Dan seperti yang pernah aku tulis dulu, clay tepung ini ideal untuk newbie atau pemula. Karena bahan-bahannya yang mudah didapat dan murah (satu point besar di jaman segala mahal seperti sekarang). Barang yang dihasilkan memang tidak tahan air dan umurnya tidak bisa terlalu lama (barang buatanku yang paling tua baru berumur satu tahunan, belum berjamur dan masih bagus sih, tapi ke depannya aku ngga tau bisa bertahan berapa lama lagi). Jadi kalau sudah jago, bisa bilang bye bye sama clay tepung dan beralih ke clay lain seperti polymer clay. Clay jenis terakhir ini untuk penyelesaiannya harus dibakar di oven (tidak bisa di microwave) sekian derajat Celsius selama sekian menit. Aku cuma bisa tulis sekian... dan sekian... karena aku sendiri belum pernah mencoba polymer clay, susah nemuin barang satu ini di pasaran (yang jelas nggak ada di toko buku dekat rumah atau di warung pinggir jalanEyebrow) dan harganya juga mahal. Barang import gettoow... Tapi polymer clay ini waterproof dan terbukti umurnya panjang. Jadi kalau misalnya buat kalung yang cantik dari polymer clay terus nggak sengaja (sengaja juga nggak apa-apa) kecuci. Nggak masalah, dijamin kalungnya nggak rusak. Nggak bakal jamuran juga... buatan Amrik gitu lho, nggak kenal panu atau kudis atau kurap Laugh.

Anyway, terimakasih buat mereka yang kasih komentar, info dan juga yang bertanya. Sita jadi kege-eran sudah ditanya-tanya... Mudah-mudahan jawaban aku bisa membantu, kalau belum mungkin artinya aku juga belum tahu jawabannya (ya iyalah... namanya sama-sama baru belajar!). Ciao ciao!


3 komentar:

Anonim mengatakan...

mo nanya dunk sist, klo mo bikin bahan clay ini tepung yang dipake apa ya? khan di atas dibilang 3 macam tepung tuh... ^^ thx

Sita mengatakan...

Yang dipakai ya ketiga jenis tepungnya dijadikan satu. Plis deh, baca resepnya di posting sebelum ini

Anonim mengatakan...

mbak sita i lop u pul.... makasih banyak infonya....:)