25 April, 2008

Leontin dari Clay Tepung

Yang pernah main-main dengan clay tepung mungkin sudah pernah mengalami bahwa ukuran clay tepung akan sedikit menyusut/mengerut apabila mengering. Aku harus membuat berkali-kali dulu baru 'ngeh'. Kedua, warna clay tepung setelah kering akan sedikit menjadi lebih tua daripada waktu dia masih basah. Jadi kalau mau membuat sesuatu dari clay tepung, coba deh perhatikan dua point di atas.

Contohnya waktu aku bikin leontin di bawah ini. Ukuran lempengan kotak yg jadi tatakan untuk bunga-bunga ini lebih kecil daripada yg direncanakan. Terus, tips lagi, kalau mau membuat benda rata seperti ini, buat agak sedikit tebal. Waktu proses pengeringan, supaya kering dalam keadaan rata, bisa juga ditambah ditindih buku tebal. Lakukan ini setelah clay dalam keadaan setengah kering. Kalau clay masih basah sudah ditindih buku, ntar clay malah nempel ke sampul buku, repot... Eyebrow

Yang di bawah ini sampai sekarang belum juga jadi kalung. Habisnya belum tau mau bagaimana meroncenya, pakai manik-manik atau tali aja? Kalau tali, apa dari kulit asli warna coklat alami, kulit imitasi atau tali kord satin warna-warni... bingung Ignoring You Lubang untuk tali kalung dibuat dengan bantuan sedotan plastik seperti waktu bikin pelangi untuk kliningan di posting sebelum ini.
Belum jadi kalung, lumayan untuk hiasan judul blog Teethy







Tidak ada komentar: